Menhan minta seluruh pihak kerja sama tangani karhutla - ANTARA News Bengkulu
Jakarta (ANTARA) - Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin meminta seluruh jajaran memperkuat kerja sama dalam menangani bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Hal tersebut dikatakan Sjafrie saat mengunjungi lokasi bencana karhutla di Riau, Sabtu (22/8) seperti dikutip keterangan akun Instagramnya @sjafriesjamsoefdin, Minggu.
"Sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, TNI, Polri serta seluruh unsur terkait harus terus diperkuat untuk mengendalikan titik-titik kebakaran, mencegah meluasnya dampak dan melindungi keselamatan masyarakat," kata Sjafrie dalam keterangan di akun Instagramnya itu.
Dengan koordinasi antar-instansi, Sjafrie meyakini proses pemadaman bisa dilakukan secara bertahap dan menyeluruh.
Seluruh instansi juga diharapkan memiliki peta penanganan yang jelas demi menghindari tumpang tindih tugas antar instansi.
Dengan demikian, kata dia, kerja antar-instansi bisa dilakukan secara sistematis dan membuahkan hasil yang maksimal.
"Seluruh sumber daya yang tersedia harus dioptimalkan untuk menjaga keselamatan rakyat, kelestarian lingkungan serta keamanan wilayah," ujar Sjafrie.
Diketahui, pemerintah memfokuskan penanganan karhutla di enam provinsi yang paling rawan, yakni Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan.
"Dari daerah yang kita waspadai sebagai daerah yang paling kritis ada enam provinsi yakni Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Riau," kata Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Djamari Chaniago dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (10/8).
Menurut Djamari, enam provinsi tersebut menjadi perhatian karena memiliki kawasan lahan gambut yang rentan terbakar ketika kondisi kering pada musim kemarau dan diperparah pengaruh El Niño.
Selain enam provinsi tersebut, kebakaran juga terjadi di sejumlah kawasan lain, antara lain kawasan Gunung Bromo di Jawa Timur, Gunung Gede Pangrango di Jawa Barat, dan Gunung Rinjani di Nusa Tenggara Barat.
Pemerintah mengerahkan sekitar 43 helikopter untuk membantu pemadaman karhutla dari udara di berbagai wilayah terdampak.
"Kita mengerahkan sekitar 43 helikopter sampai dengan hari ini, ditambah dengan fixed-wing juga bisa antara 10 sampai dengan 15 sesuai dengan kebutuhan," katanya.
Selain pemadaman melalui udara, pemerintah melakukan penanganan dari darat dengan menggunakan tangki fleksibel sebagai tempat penampungan air sementara untuk mendukung petugas di lapangan.
Djamari mengatakan pemerintah terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah dan instansi terkait untuk memastikan penanganan kebakaran berjalan secara terpadu.
Pewarta: Benardy Ferdiansyah/Walda Marison
Uploader : Musriadi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.