◐

Mengenal Teknologi 'Garpu' yang Bikin Sepatu Asics Ngebut

Jakarta -

Teknologi pada sepatu lari terus berkembang. Bukan hanya soal material bagian atas atau ketebalan bantalan, tetapi juga bagaimana konstruksi di dalam sepatu dapat membantu pelari mendapatkan dorongan pada setiap langkah.

Salah satu teknologi tersebut digunakan ASICS pada sepatu lari terbarunya, Sonicblast 2. Sepatu ini mengandalkan Forked Astroplate, sebuah teknologi pelat yang dirancang untuk membantu menghasilkan dorongan atau propulsion sekaligus pengembalian energi (energy return).

Sesuai namanya, Forked Astroplate memiliki desain berbentuk garpu. Teknologi ini merupakan pengembangan dari Astroplate, dengan bentuk garpu yang diperbarui untuk membantu menghasilkan dorongan dan pengembalian energi dengan bobot yang lebih ringan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pelat Astroplate yang digunakan pada Sonicblast 2 dibuat dari material Pebax. Material tersebut menjadi bagian dari konstruksi pelat yang bekerja bersama sistem midsole untuk mendukung respons sepatu ketika digunakan berlari.

Cara kerjanya dapat dibayangkan ketika kaki memberikan tekanan pada sepatu saat berlari. Energi dari langkah tersebut diterima oleh sistem midsole dan pelat, kemudian dikembalikan untuk membantu pergerakan kaki menuju langkah berikutnya.

Forked Astroplate tidak bekerja sendirian. Asics memasangkannya dengan FF Turbo Squared, teknologi midsole yang terdiri dari lapisan atas dan Trampoline Pod. Sistem tersebut dirancang untuk memberikan bantalan yang sangat lembut sekaligus membantu pengembalian energi dan menghasilkan sensasi seperti pegas.

Sonicblast 2 juga menggunakan FF Blast Max yang memberikan bantalan ringan dan lembut untuk penggunaan jarak jauh. Bagian atas sepatu menggunakan Engineered Mesh Upper yang dirancang untuk memberikan kenyamanan dan sirkulasi udara.

Sonicblast 2 menjadi salah satu model dalam koleksi Rise & Shine Collection milik produsen sepatu asal Jepang ini yang terinspirasi dari gradasi warna matahari terbit.

Selain itu, koleksi tersebut mencakup sejumlah sepatu dengan karakter berbeda, seperti Superblast 3, Novablast 6 dan Megablast untuk kategori Bounce; Gel-Kayano 33 dan GT-2000 15 untuk kategori Stable; serta Gel-Nimbus 28 dan Gel-Cumulus 28 untuk kategori Plush.

Asics Sonicblast 2 dilengkap teknologi 'garpu',  pelat yang dirancang untuk membantu menghasilkan dorongan atau propulsion sekaligus pengembalian energi (energy return).Asics Sonicblast 2 dilengkap teknologi 'garpu', pelat yang dirancang untuk membantu menghasilkan dorongan atau propulsion sekaligus pengembalian energi (energy return). Foto: AZIZ

Teknologi pada sepatu tersebut kemudian dibawa Asics ke ajang Jakarta : Speed : Race 2026 yang digelar di PIK 2 pada 26 September 2026. Ajang lari kebut-kebutan yang memasuki tahun kedua ini menantang para pelari untuk menyelesaikan lomba 5K dengan 28 menit. Pada tahun ini juga hadir kategori 1 mile yang harus dituntaskan dalam waktu 10 menit.

"Ajang lari 5K performance-based dan 1 mile race ini menjadi arena bagi para pelari rekreasional hingga atlet lari elite Indonesia untuk menunjukkan hasil terbaik hingga menginspirasi banyak orang untuk terus bergerak," ujar Yuya Sugiyama, President Director ASICS Indonesia.

(agt/agt)

TAGS

LIHAT LAINNYA