Mengapa pemain bola memakai sport bra? Ini penjelasannya

Jakarta (ANTARA) - Banyak pemain sepak bola terlihat mengenakan pakaian menyerupai sport bra di balik jersey mereka saat latihan maupun pertandingan. Meski sering disebut sport bra, perlengkapan tersebut sebenarnya adalah rompi khusus atau GPS Performance Vest yang berfungsi sebagai alat pemantau performa pemain.

Rompi tersebut merupakan bagian dari Electronic Performance and Tracking Systems (EPTS), teknologi yang telah digunakan secara luas dalam sepak bola profesional. FIFA menjelaskan bahwa sistem ini dirancang untuk membantu klub dan tim nasional memantau performa fisik pemain sekaligus memastikan perangkat yang digunakan aman bagi atlet.

GPS vest dipakai dengan menyimpan sensor kecil di bagian punggung, tepat di antara kedua tulang belikat. Posisi tersebut dipilih agar perangkat dapat menangkap sinyal satelit secara optimal sekaligus tetap stabil saat pemain berlari, melompat, atau berbenturan dengan lawan.

Berikut beberapa manfaat penggunaan GPS vest yang kerap disalahartikan sebagai sport bra.

1. Memantau jarak tempuh pemain

Perangkat GPS mampu mencatat total jarak yang ditempuh pemain selama latihan maupun pertandingan. Data tersebut membantu pelatih mengetahui intensitas kerja setiap pemain sehingga program latihan dapat disesuaikan dengan kebutuhannya.

2. Mengukur kecepatan dan akselerasi

Selain jarak tempuh, sensor juga merekam kecepatan lari, akselerasi, deselerasi, hingga jumlah sprint yang dilakukan pemain. Informasi ini menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan performa fisik dan efektivitas permainan.

Baca juga: Daftar juara Piala Dunia, Spanyol dapatkan bintang kedua

3. Membantu mencegah cedera

Salah satu manfaat utama GPS vest adalah membantu tim medis dan pelatih memantau beban kerja pemain. Apabila data menunjukkan seorang pemain mengalami kelelahan berlebih atau belum pulih sepenuhnya dari cedera, intensitas latihan dapat dikurangi sehingga risiko cedera berulang dapat ditekan.

4. Mendukung proses pemulihan pemain

Data yang dikumpulkan perangkat memungkinkan staf pelatih membandingkan kondisi pemain sebelum dan sesudah cedera. Dengan demikian, keputusan untuk mengembalikan pemain ke lapangan dapat dilakukan berdasarkan data, bukan hanya berdasarkan perkiraan.

5. Membantu analisis taktik tim

Selain memantau kondisi fisik, GPS vest juga menghasilkan data mengenai pola pergerakan pemain di lapangan. Informasi tersebut digunakan pelatih untuk mengevaluasi posisi bermain, intensitas pressing, hingga efektivitas strategi yang diterapkan selama pertandingan.

Meski bentuknya menyerupai sport bra, perlengkapan yang dikenakan pemain sepak bola pria bukanlah pakaian penyangga dada seperti yang umum digunakan dalam olahraga lain. Rompi elastis tersebut hanya berfungsi sebagai tempat menyimpan modul GPS dan berbagai sensor agar tetap menempel stabil di tubuh pemain selama beraktivitas.

FIFA menyebut penggunaan teknologi EPTS kini menjadi bagian penting dalam sepak bola modern. Data yang dihasilkan membantu klub dan tim nasional menyusun program latihan yang lebih efektif, mengoptimalkan performa pemain, serta mengurangi risiko cedera melalui pemantauan beban kerja secara berkelanjutan.

Baca juga: Pau Cubarsi sabet titel Pemain Muda Terbaik Piala Dunia 2026

Baca juga: Belanda terima Anugerah Fair Play Piala Dunia 2026

Pewarta: M. Hilal Eka Saputra Harahap
Editor: Suryanto
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.