◐

Mendiktisaintek minta potensi pendidikan diimbangi penguatan keilmuan

Jakarta (ANTARA) - Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto menekankan potensi pendidikan tinggi Indonesia perlu diimbangi dengan penguatan bidang keilmuan strategis untuk menjawab perkembangan sains, teknologi, dan industri.

Melalui keterangan di Jakarta, Sabtu, Mendiktisaintek memaparkan bahwa Indonesia memiliki potensi besar dalam pengembangan pendidikan tinggi. Pada 2025, tercatat 34.711 program studi, meningkat 2,9 persen, dengan 11,5 juta mahasiswa, 328 ribu dosen, serta 2,78 juta lulusan. Dari jumlah tersebut, bidang pendidikan memiliki 7.045 program studi dengan sekitar 3,13 juta mahasiswa.

Ia menyoroti proporsi mahasiswa pada bidang terkait science, technology, engineering, and mathematics (STEM), yang meliputi teknik, kesehatan, pertanian, serta matematika dan ilmu pengetahuan alam (MIPA), yang masih sekitar 28 persen.

"Di tengah pesatnya perkembangan kecerdasan buatan (AI) dan komputasi kuantum, penguatan sains fundamental menjadi semakin penting. Perguruan tinggi perlu memperkuat fondasi keilmuan untuk mendorong inovasi dan menyiapkan sumber daya manusia yang mampu beradaptasi serta berdaya saing di era perkembangan teknologi," katanya.

Mendiktisaintek menekankan bahwa penguatan sains fundamental semakin penting di tengah perkembangan kecerdasan buatan dan komputasi kuantum.

Pengembangan ilmu pengetahuan, menurutnya, perlu berorientasi pada penguatan keilmuan, kualitas lulusan, dan dampak bagi masyarakat, bukan terhambat oleh sekat administratif program studi.

"Yang perlu dikembangkan itu bukan prodinya, tapi keilmuannya," ujar dia.

Salah satu perhatian utama Mendiktisaintek adalah peran perguruan tinggi kependidikan, dalam melahirkan guru-guru inovatif yang mampu menumbuhkan minat peserta didik terhadap sains dan teknologi.

Menteri Brian menilai pendekatan pembelajaran perlu terus dievaluasi dan dikembangkan, agar anak-anak dan remaja tertarik mempelajari bidang yang selama ini dianggap sulit atau kurang diminati.

"Kampus-kampus pendidikan, kampus-kampus yang nantinya akan melahirkan guru-guru yang inovatif. Kampus yang akan melahirkan inovasi-inovasi di bidang pendidikan," katanya.

Brian menegaskan pentingnya memberikan stimulus bagi guru, yang berhasil mengembangkan inovasi pembelajaran. Inovasi tersebut diharapkan dapat menumbuhkan minat peserta didik terhadap berbagai bidang keilmuan, khususnya sains fundamental.

Dukungan terhadap guru dan perguruan tinggi kependidikan juga penting, untuk menyiapkan generasi muda yang mampu bersaing dan berkontribusi, dalam pengembangan sains dan teknologi.

Selain penguatan pembelajaran, Mendiktisaintek menyoroti pentingnya peningkatan kualitas riset dan inovasi perguruan tinggi. Pimpinan perguruan tinggi didorong membangun hubungan yang lebih erat dengan industri, termasuk melalui interaksi langsung untuk memahami perkembangan teknologi dan kebutuhan dunia kerja.

Menurut dia, kolaborasi ini penting agar pendidikan tinggi dan penelitian menghasilkan solusi yang relevan.

Mendiktisaintek turut menyoroti perlunya penguatan kapasitas dosen, dan peningkatan jumlah profesor. Untuk itu, pimpinan perguruan tinggi diharapkan memfasilitasi pengembangan karier akademik dosen guna meningkatkan kualitas pendidikan dan kapasitas riset nasional.

"Kita ingin pendidikan kita berdampak, kita ingin riset inovasi kita juga kuat, dan tentunya adalah bagaimana pengabdian-pengabdian juga bisa memberikan dampak yang besar," ucap Brian Yuliarto.

Baca juga: Dongkrak nilai tambah RI, Mendiktisaintek minta kampus perkuat riset

Baca juga: Mendiktisaintek utamakan tiga hal untuk membangun pengelolaan gambut

Pewarta: Sean Filo Muhamad
Editor: Triono Subagyo
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.