Menbud dukung usulan Achmad Mochtar sebagai pahlawan nasional - ANTARA News Jawa Timur

Jakarta (ANTARA) - Menteri Kebudayaan Fadli Zon mendukung pengusulan ilmuwan Prof. Dr. Achmad Mochtar sebagai pahlawan nasional berkat jasa dan pengabdiannya kepada bangsa Indonesia.

"Saya menyatakan bahwa saya sangat mendukung pengusulan dari Achmad Mochtar untuk menjadi pahlawan nasional, karena jasa-jasa dan pengabdian dari beliau luar biasa. Di masa genting, beliau berani mempertahankan sikap dan pendiriannya tidak goyah meski nyawa sebagai taruhannya. Namanya istimewa bukan semata sebagai ilmuwan, tetapi juga moralnya yang memilih gugur demi melindungi rekan sejawat,” kata Menbud di Jakarta, Rabu.

Menurut Fadli Zon, sejarah bangsa tidak hanya mencatat perjuangan dalam bidang politik, diplomasi, ataupun perjuangan fisik saja, namun, juga tentang ilmu pengetahuan, termasuk ilmu kedokteran. Achmad Mochtar merupakan salah satu tokoh penting bidang ilmu pengetahuan kedokteran yang memiliki pengorbanan luar biasa, menurut sang menteri.

Achmad Mochtar adalah salah satu tokoh penting dalam perjalanan ilmu pengetahuan di Indonesia. Selain seorang dokter, dia juga menjabat sebagai kepala Lembaga Eijkman pada masa pendudukan Jepang.

"Beliau adalah seorang dokter dan Kepala Lembaga Eijkman pada masa pendudukan Jepang dan mengorbankan dirinya untuk melindungi rekan-rekan sejawatnya. Menurut saya ini adalah tindakan heroik," kata Fadli Zon.

Dia juga memberikan apresiasi kepada para akademisi, sejarawan, dan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia yang menginisiasi pengusulan Prof. Dr. Achmad Mochtar sebagai pahlawan nasional.

Fadli Zon meyakini bahwa pengusulan sebagai Pahlawan Nasional sejalan dengan semangat yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto untuk menghadirkan lebih banyak tokoh nasional dari berbagai bidang sebagai inspirasi bagi generasi muda.

Achmad Mochtar telah menerima Bintang Jasa Nararya dan namanya diabadikan sebagai rumah sakit di Bukittinggi, Sumatera Barat. Sang menteri melihat perjuangan dan pengorbanannya terutama untuk ilmu pengetahuan layak memperoleh penghargaan yang lebih tinggi sebagai bentuk penghormatan negara.

Keteladanan tokoh-tokoh nasional dalam bidang kedokteran diharapkan dapat mendorong generasi penerus untuk berkiprah dalam memajukan ilmu pengetahuan, kebudayaan, serta mengedepankan kepentingan nasional.

Pewarta: Sinta Ambarwati
Editor : Vicki Febrianto
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.