Memahami Arti Warna-warni Bendera WBGT, Petunjuk Kondisi Cuaca di JRF 2026
Daftar Isi
Jakarta -
Kemungkinan cuaca terik dan polusi udara yang lagi tinggi-tingginya jadi kekhawatiran utama para peserta Jakarta Running Festival (JRF) 2026 yang berlangsung akhir pekan ini. Butuh petunjuk yang mudah dipahami agar peserta bisa mengukur diri.
Salah satu petunjuk akan tersedia di sepanjang rute JRF 2026 adalah bendera WBGT (Wet Bulb Globe Temperature). Warna-warni bendera ini akan menjadi penanda apakah race berlangsung dalam kondisi aman, berisiko, atau bahkan harus dihentikan.
Sistem WBGT pada dasarnya mengukur tekanan panas secara real-time dengan mempertimbangkan suhu, kelembapan, panas radiasi, serta pergerakan udara. Indikator ini dapat membantu menjaga keselamatan para pelari.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Penting untuk memahami arti bendera WBGT. Bedasarkan panduan resmi JRF 2026, berikut lima warna bendera beserta tingkat risikonya:
1. Hijau: Risiko Panas Rendah
Tetap perhatikan kondisi fisik selama berlari.
2. Kuning: Risiko Sedang (Suhu 22,3°C hingga di bawah 25,7°C)
Risiko panas meningkat. Tetap waspada dan pantau kondisi fisik selama berlari.
3. Oranye: Risiko Tinggi (Suhu 25,7°C hingga di bawah 27,9°C)
Risiko panas tinggi. Lakukan tindakan pencegahan ekstra dan waspadai tanda-tanda stres akibat panas (heat stress).
4. Merah: Risiko Sangat Tinggi (Suhu 27,9°C hingga di bawah 32,3°C)
Risiko panas sangat tinggi. Ikuti arahan petugas dan utamakan keselamatan diri.
5. Hitam: Risiko Ekstrem (Suhu ≥ 32,3°C)
Risiko panas ekstrem. Perlombaan akan dihentikan sesuai Protokol Bendera Hitam (Black Flag Protocol).
Bendera WBGT Bisa Ditemukan di Mana?
Selama JRF 2026, bendera WBGT akan dipasang di sejumlah titik, antara lain di tenda-tenda medis yang telah ditentukan di sepanjang rute half marathon dan marathon. Warna bendera akan diperbarui secara berkala sesuai dengan hasil pengukuran WBGT terbaru.
Half Marathon:
- Km 12,5
- Km 14,8
- Km 16,5
- Km 18
- Km 19,5
Marathon:
- Km 20
- Km 26
- Km 30
- Km 36
- Km 40,5
Aturan bagi Pelari saat Bendera Hitam Dikibarkan
Pelari perlu mengetahui apa yang harus dilakukan saat bendera hitam dikibarkan.
- Sebelum batas waktu Cut-Off Point (COP) terakhir: Pelari yang belum mencapai COP terakhir akan dievakuasi menggunakan bus.
- Setelah batas waktu Cut-Off Point (COP) terakhir: Pelari yang telah melewati COP terakhir akan diarahkan menuju garis finis melalui rute khusus terpendek yang telah ditentukan.
Sebagai informasi, COP merupakan titik tertentu di rute yang harus dilewati pelari sebelum batas waktu tertentu agar dapat melanjutkan lomba. Adapun lokasi COP terakhir adalah sebagai berikut:
- Half Marathon: COP 2 - Km 15,5
- Marathon: COP 4 - Km 36,8
Nantinya, semua pelari yang terdampak Protokol Bendera Hitam (Black Flag Protocol) tetap berhak mendapatkan medali finisher. Tetap waspada, patuhi arahan petugas, dan ikuti lomba dengan mengutamakan keselamatan, dan jangan lupa penuhi kebutuhan cairan dan mineral tubuh selama lomba.
Semangat!
(elk/up)