Melantik Tanpa Manja: Pesan Menohok Gubernur Sulut tentang Arti Sebuah Jabatan
Bagikan:
MANADO — Suasana di ruang pelantikan Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) tak sekadar dipenuhi riuh ucapan selamat dan jabat tangan erat. Di balik rotasi dan penyegaran struktur organisasi, ada pesan menohok yang digaungkan oleh Gubernur Sulut, Yulius Selvanus, kepada para pembantunya yang baru saja mengemban tanggung jawab baru.
Bagi Yulius, kursi kepemimpinan bukanlah hadiah, apalagi fasilitas yang patut dibanggakan.
"Jabatan bukanlah sebuah fasilitas atau penghargaan untuk dibanggakan, melainkan sebuah amanah dan kepercayaan yang harus dipertanggungjawabkan—baik kepada masyarakat, pemerintah, maupun kepada Tuhan Yang Maha Kuasa," tegas Yulius di hadapan jajarannya di Manado, Rabu seperti dilansir Antara.
Pesan mendalam itu menjadi garis batas tegas: profesionalisme dan integritas adalah harga mati. Di tengah dinamika pembangunan daerah, tata kelola pemerintahan yang responsif dan solid hanya bisa terwujud jika para pimpinan instansi siap bekerja tanpa sekat dan ego.
BACA JUGA:
Wajah-Wajah Baru di Nahkoda Baru
Rotasi kali ini menandai babak baru bagi tiga pejabat eselon dua di lingkungan Pemprov Sulut. Mereka melangkah ke arena tugas yang berbeda, membawa rekam jejak dan tantangan baru di pundak masing-masing.
- Deicy Paat, yang sebelumnya menahkodai Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), kini dipercaya mengurai tantangan di sektor ketenagakerjaan sebagai Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi.
- Femmy Suluh, yang sebelumnya mengawal jalannya Dinas Pendidikan Daerah, kini berganti kemudi untuk memimpin strategi transportasi dan mobilitas sebagai Kepala Dinas Perhubungan Sulut.
- Jahja Rondonuwu, yang sebelumnya bertugas di balik layar dinamika legislatif sebagai Kepala Bagian Persidangan Sekretariat DPRD, kini melangkah ke garda depan untuk memimpin Dinas Pendidikan Daerah Provinsi Sulut.
Pergeseran ini bukan sekadar bongkar-pasang posisi, melainkan bagian dari strategi penataan organisasi agar program pembangunan melaju lebih cepat dan pelayanan publik kian dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
Menanggalkan Ego, Merajut Sinergi
Meski mengapresiasi sederet capaian Pemprov Sulut—mulai dari kerapian pengelolaan keuangan, kualitas pelayanan publik, hingga iklim investasi yang terus mengeliat—Gubernur Yulius mengingatkan bahwa ruang untuk berpuas diri sangatlah sempit. Tantangan daerah ke depan justru semakin kompleks.
Maka dari itu, pesan utamanya seusai prosesi pelantikan sangat lugas: tinggalkan ego sektoral.
"Saya berharap para pejabat baru segera menyesuaikan diri, membangun komunikasi yang baik, menjadi teladan, serta memegang teguh prinsip integritas, profesionalisme, disiplin, loyalitas, dan bertanggung jawab," tuturnya.
Di tangan para pejabat yang baru dilantik inilah, keberlanjutan roda pembangunan Sulawesi Utara dipertaruhkan. Bukan tentang seberapa tinggi posisi yang diduduki, melainkan seberapa besar manfaat yang bisa dibagikan bagi warga Nyiur Melambai.
Add VOI as a Preferred Source
Follow VOI news updates across Google.
+