MBG Diduga Picu Keracunan Ratusan Siswa, BGN Butuh Bukti untuk Tutup Permanen SPPG di Batang |Republika Online
Penanganan siswa terduga korban keracunan MBG di Kecamatan Bawang, Kabupaten Batang, Jawa Tengah, Rabu (23/9/2026) malam.
REPUBLIKA.CO.ID, BATANG — Kepala Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Semarang, Hadiriajaya, mengatakan, SPPG Bela Batang Sejahtera telah dibekukan operasionalnya selama 30 hari menyusul terjadinya kasus keracunan MBG yang dialami ratusan siswa di Kecamatan Bawang, Kabupaten Batang, Jawa Tengah. Dia menyebut, opsi penutupan permanen terhadap SPPG tersebut tetap terbuka jika bukti pendukung diperoleh.
Hadiriajaya mengungkapkan, dengan jumlah korban diduga keracunan MBG mencapai ratusan, sanksi yang harus diterima SPPG adalah penangguhan atau suspend berat, yakni selama 30 hari. “Penghentian sementara tersebut masih dapat berkembang menjadi penutupan permanen apabila hasil evaluasi menemukan unsur-unsur pelanggaran yang memenuhi ketentuan. Ditemukan unsur-unsur yang melanggar, bisa mungkin dikenakan penghentian operasional selamanya,” ucapnya saat diwawancara seusai meninjau SPPG Bela Batang Sejahtera, Jumat (25/9/2026).
Menurut Hadiriajaya, keberlanjutan operasional SPPG Bela Batang Sejahtera akan ditentukan berdasarkan hasil investigasi dan evaluasi. “KPPG Semarang akan melakukan evaluasi secara mendalam terhadap SPPG tersebut dan SPPG lainnya untuk memastikan pelaksanaan program MBG berjalan sesuai ketentuan,” ujarnya.
Terkait penanganan para korban terduga keracunan MBG di Kecamatan Bawang, Hadiriajaya mengatakan hal itu bakal dibahas Badan Gizi Nasional (BGN) bersama Pemkab Batang. Ketika ditanya soal kemungkinan pemberian kompensasi kepada para korban, dia mengaku masih menunggu arahan lebih lanjut dari BGN.
Sebelumnya Pemkab Batang telah memastikan bahwa mereka akan menanggung biaya perawatan korban yang diduga keracunan MBG. Pemkab Batang juga menyiapkan bantuan untuk keluarga korban yang harus mendampingi pasien selama menjalani perawatan. Bantuan yang diberikan antara Rp100-Rp150 ribu per hari untuk setiap keluarga.