Mantan juara UFC Kamaru pertimbangkan pensiun usai ditumbangkan Dricus
Mantan juara UFC Kamaru pertimbangkan pensiun usai ditumbangkan Dricus
Jumat, 24 Juli 2026 10:33 WIB
Foto mantan juara kelas welter Ultimate Fighting Championship (UFC) Kamaru Usman dalam media sosial yang dipantau di Jakarta, Kumar (24/7/2026). (Alum Instagram resmi Kamaru Usman @usman84kg)
Jakarta (ANTARA) - Mantan juara kelas welter (77,1 kg) Ultimate Fighting Championship (UFC) Kamaru Usman mempertimbangkan pensiun dari UFC seusai ditumbangkan Dricus du Plessis di pertarungan utama UFC Oklahoma City.
"Saat ini, saya hanya perlu duduk bersama para pelatih, duduk bersama tim, mengevaluasi semuanya," kata Kamaru Usman dalam podcast Pound-for-Pound miliknya yang dipantau di Jakarta, Jumat.
Dalam laga terbarunya di kelas menengah (83,9 kg), petinju asal Nigeria itu menelan kekalahan angka dari mantan juara Dricus du Plessis melalui keputusan juri dengan skor 50-45, 46-49, dan 46-49.
Setelah kekalahannya, petarung berjuluk "The Nigerian Nightmare" itu tidak terlalu memikirkan apakah ia ingin tetap di kelas menengah atau kembali ke kelas welter. Namun, ia ingin duduk bersama timnya dan membuat keputusan tentang apakah akan menjalani pertarungan lain atau mungkin meninggalkan olahraga itu untuk selamanya.
"(Kami) mengevaluasi posisi saya dalam karir. Secara keseluruhan, melihat apakah layak untuk terus melakukan ini. Apakah layak untuk terus membuat mereka melewati itu," katanya.
Usman menjelaskan bagaimana dia selalu menunjukkan performa yang baik dalam kekalahan sebelumnya, termasuk pertandingan ulang pertamanya melawan Leon Edwards di mana dia hampir menang melalui keputusan juri hingga dia terkena tendangan kepala yang mengejutkan di ronde terakhir.
Setiap kekalahan adalah pil pahit yang sulit ditelan, tetapi Usman bangga karena dia tidak pernah terlihat kewalahan atau kalah melawan lawan-lawannya di masa lalu.
Meskipun dia tidak merasa Dricus du Plessis mengalahkannya selama lima ronde, dia mengerti bahwa itulah gambaran yang dilihat banyak orang pada malam pertarungan itu.
"Dengar, saya tidak pernah benar-benar keluar dan tidak mewakili mereka dengan tepat, diri saya sendiri dan pelatih saya. Yang ini sulit karena saya merasa tidak melakukannya," katanya.
Petarung yang memiliki rekor 21 kemenangan dan lima kekalahan itu menjelaskan pada pertarungan sebelumnya melawan Khamzat Chimaev, ia menerima pemberitahuan hanya seminggu. Menurutnya, jika ia memiliki dua ronde lagi, maka siapa pun tidak akan tahu apa yang akan terjadi.
Sedangkan pada pertandingan ulang melawan Leon Edwards, Kamaru mengatakan mewakili dirinya dengan baik hingga menit terakhir saat menerima tendangan ke kepala.
"Mungkin saya seharusnya tidak berada di sana tetapi saya memaksakan diri, saya berkata, 'Anda tahu apa, saya keras kepala, saya akan masuk dan bertarung dan di tengah pertarungan itu saya menemukan diri saya kembali," katanya.
Kamaru menambahkan, ada sesuatu yang bisa dijadikan landasan untuk pertarungan-pertarungan sebelumnya. Ia mengakui pandangan orang awam menganggapnya terlalu berambisi, namun ia tak merasakan demikian.
"Ini penilaian yang adil dan jujur. Meskipun mungkin saya tidak merasakannya di dalam hati, kelihatannya memang begitu dan saya tidak menyukainya," katanya.
Pewarta : Aloysius Lewokeda
Editor:
Andriy Karantiti
COPYRIGHT © ANTARA 2026