Mandy CJ Ungkap Perjalanan Spiritual dan Caranya Melihat Toleransi dari Setiap Agama
Senin, 13 Juli 2026 - 14:42 WIB
VIVA – Perjalanan spiritual setiap orang dapat menghadirkan cara pandang yang berbeda terhadap kehidupan. Hal itulah yang dialami seniman visual Mandy CJ. Setelah melewati fase panjang penuh pertanyaan, keraguan, hingga pergulatan batin, ia menemukan cara baru dalam memaknai kepercayaan dan berdamai dengan dirinya sendiri melalui seni.
Baca Juga
Alih-alih menjadikan pengalaman spiritual sebagai sesuatu yang bersifat pribadi semata, Mandy memilih menuangkannya ke dalam karya seni. Baginya, setiap proses kreatif menjadi medium untuk memahami dirinya sendiri sekaligus membuka ruang dialog mengenai nilai-nilai universal yang dapat ditemukan di berbagai tradisi keagamaan.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Mandy CJ dikenal sebagai seniman visual Indonesia yang banyak mengeksplorasi tema identitas, spiritualitas, dan pengalaman manusia melalui pendekatan visual yang ekspresif. Dalam beberapa tahun terakhir, ia konsisten menghadirkan karya yang tidak hanya mengedepankan aspek estetika, tetapi juga menyampaikan refleksi mendalam mengenai kehidupan dan pencarian makna. Karakter karyanya kerap memadukan simbol-simbol yang dekat dengan berbagai tradisi budaya dan spiritual sehingga menghadirkan ruang interpretasi yang luas bagi penikmat seni.
Baca Juga
Perjalanan berkesenian Mandy juga mengalami perubahan yang cukup signifikan. Jika pada masa awal ia lebih banyak mengekspresikan kegelisahan dan kemarahan terhadap berbagai persoalan sosial maupun keagamaan, kini pendekatannya berkembang menjadi lebih reflektif.
"Dalam perjalanan karya saya, ada fase awal ketika saya banyak mengekspresikan kemarahan, terutama terkait standar ganda yang ada dalam narasi keagamaan seperti figur perempuan yang sering ditempatkan dalam dua ekstrem: Mary Magdalene atau Mother Mary, virgin atau whore," ujar Mandy CJ.
Baca Juga
Seiring waktu, ia tidak lagi melihat agama sebagai ruang yang dipenuhi pertentangan. Sebaliknya, Mandy mulai menemukan keindahan yang ada dalam setiap ajaran dan menjadikannya sebagai bagian dari perjalanan spiritual pribadinya. Berbagai simbol dari Islam, Kristen, Katolik, Buddha, hingga tradisi spiritual lainnya ia padukan sebagai bahasa visual yang merepresentasikan perjalanan batinnya.
"Seiring waktu, pendekatan saya berubah. Karya-karya saya cenderung sangat literal, mengambil simbol-simbol keagamaan apa adanya. Saya juga mulai mengolah elemen-elemen dari berbagai tradisi spiritual seperti Islam, Katolik, hingga Buddha dan mengintegrasikannya menjadi satu kesatuan visual," ungkapnya.
Halaman Selanjutnya
Bagi Mandy, setiap agama memiliki nilai-nilai universal yang sama, seperti kasih sayang, empati, kerendahan hati, dan toleransi. Nilai-nilai itulah yang ingin ia hadirkan dalam karya-karyanya, bukan untuk membandingkan keyakinan, melainkan memperlihatkan bahwa setiap pengalaman spiritual dapat saling memperkaya.