MAN 3 Padang Kembali Dibuka Usai Ledakan Bom Rakitan Pelajar, Polisi Lakukan Trauma Healing
Padang, VIVA – Aktivitas belajar mengajar di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 3 Padang, Sumatra Barat, dipastikan kembali berjalan normal setelah insiden ledakan bom rakitan yang dibawa seorang pelajar berinisial R (17) sempat menggegerkan lingkungan sekolah.
Baca Juga
Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Sumatra Barat Komisaris Besar Polisi Susmelawati Rosya mengatakan, situasi di sekolah kini telah kondusif setelah serangkaian langkah pengamanan dilakukan aparat kepolisian.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
“Sudah berjalan normal. karena kan ada beberapa hal yang sudah dilakukan oleh Polri ya," ujarnya, Kamis, 16 Juli 2026.
Baca Juga
Ia menjelaskan, sejak hari kejadian polisi langsung mengerahkan tim gabungan untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Tim tersebut terdiri dari personel Brimob, Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Sumbar, Polresta Padang, hingga Densus 88 Antiteror Polri.
“Kemudian yang kedua, jam 18.00 WIB sorenya dilakukan disposal oleh Brimob ya, Jibom Gegana juga. Kemudian setelah itu, di bawa si anak ke Polresta,” tutur dia.
Baca Juga
Selain mengamankan lokasi, polisi juga memberikan pendampingan psikologis kepada para siswa yang sempat mengalami kepanikan akibat ledakan tersebut.
“Pemulihan atau pendampingan psikologis bagi korban menjadi hal yang paling utama. Yang kedua juga ada pemulihan untuk anak-anak sekolah. Jadi dari Polsek kemarin sudah dilakukan trauma healing oleh Kapolsek-nya ke sekolah,” katanya.
Sebelumnya diberitakan, Densus 88 Antiteror Polri mengungkap fakta awal di balik ledakan yang terjadi di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 3 Koto Tangah, Padang, Sumatra Barat, Selasa, 14 Juli 2026.
Polisi menduga ledakan berasal dari bom rakitan yang dibuat seorang pelajar berinisial R (17). Dari hasil pemeriksaan sementara, remaja tersebut mengaku belajar merakit bahan peledak melalui internet dan terinspirasi dari peristiwa ledakan di SMAN 72 Jakarta pada 2025.
Juru Bicara Densus 88 Antiteror Polri, Komisaris Besar Polisi Mayndra Eka Wardhana mengatakan, penyelidikan bermula setelah petugas keamanan sekolah menemukan benda mencurigakan yang kemudian diduga berkaitan dengan sumber ledakan.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Dalam proses penyelidikan, polisi turut mengamankan sejumlah barang dari pelajar tersebut.
"Dari pemeriksaan awal, petugas mengamankan sejumlah barang, antara lain kotak hitam, tas hitam, telepon genggam, petasan, pisau, anak panah, kelereng, baut, dan beberapa barang lainnya," kata Mayndra dalam keterangannya, Selasa, 14 Juli 2026.
Wamenag Minta Publik Tak Langsung Kaitkan Ledakan di MAN 3 Padang dengan Radikalisme
Wamenag Romo Muhammad Syafi'i mengatakan pengalaman dari sejumlah kasus sebelumnya menunjukkan dugaan awal tidak selalu terbukti setelah penyelidikan selesai.
VIVA.co.id
16 Juli 2026