Maju Calon Ketum PBNU, Gus Yusuf Soroti Tata Kelola Organisasi dan Penguatan Pesantren

AKURAT.CO Pengasuh Pondok Pesantren API Tegalrejo, Magelang, Jawa Tengah, KH Muhammad Yusuf Chudlori atau Gus Yusuf menyatakan kesiapannya maju sebagai calon Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) dalam Muktamar NU ke-35.

Pencalonan Gus Yusuf mendapat dukungan dari 23 Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) se-Jawa Tengah dalam kegiatan Lamaran Agung Maklumat Dukungan PCNU Jawa Tengah yang digelar di Aula Pondok Pesantren API Tegalrejo, Magelang, Sabtu, 18 Juli 2026.

Gus Yusuf mengatakan keputusannya maju sebagai calon Ketua Umum PBNU didorong keprihatinan para kiai sepuh terhadap dinamika yang terjadi di internal NU. Namanya mulai muncul sebagai calon dalam Musyawarah Besar di Pondok Pesantren Lirboyo.

"Saya berawal dari dinamika di NU yang menjadikan para kiai sepuh turun gunung, memfasilitasi pertemuan di Ploso untuk islah, di Tebuireng, sampai akhirnya di Lirboyo," ujarnya dalam wawancara dengan wartawan.

Baca Juga: FMNN Ingatkan Bahaya Intervensi Kekuasaan dalam Pemilihan Ketua Umum PBNU

"Di situlah nama saya mulai muncul. Ketika musyawarah kubro di Lirboyo, para masyayikh dan PCNU datang. Semangatnya sama, ingin muktamar besok menjadi muktamar yang solutif," katanya.

Menurut Gus Yusuf, Muktamar NU ke-35 harus menjadi momentum untuk menyelesaikan berbagai persoalan internal organisasi. Ia menilai diperlukan sosok yang tidak terlibat konflik untuk membawa NU ke arah perbaikan.

"Pokoknya muktamar yang menyelesaikan konflik. Makanya muncul semangat harus dimunculkan figur yang bebas konflik. Itu di Lirboyo," ujarnya.

Ia mengatakan dukungan untuk maju sebagai calon Ketua Umum PBNU juga datang dari alumni Himpunan Alumni Santri Lirboyo (Himasal) dan sejumlah PCNU di Jawa Tengah.

"Maka teman-teman alumni Himasal meminta saya, teman-teman PCNU Jawa Tengah meminta saya, 'Gus, sudah saatnya njenengan ke NU. Njenengan sudah saatnya ke NU,'" tuturnya.

Atas berbagai dorongan tersebut, Gus Yusuf menyatakan kesiapannya maju sebagai bentuk pengabdian kepada NU.

"Saya bismillah niat khidmah di PBNU. Apa yang saya punya tentu niat. Kedua, saya banyak berkiprah, semoga ada manfaatnya untuk perbaikan ke depan," katanya.

Gus Yusuf mengatakan selama lima bulan terakhir telah bersilaturahmi dengan sekitar 23 PWNU dan ratusan PCNU. Ia juga bertemu dengan para masyayikh dan kiai sepuh serta berziarah ke makam para pendiri NU.

Dari berbagai pertemuan tersebut, ia menyebut pembenahan tata kelola organisasi menjadi salah satu aspirasi yang banyak disampaikan pengurus NU di tingkat cabang.

"Kalau dari pengurus PCNU, ya tentang tata kelola organisasi. Organisasi sebesar NU ini tidak boleh diurus secara serampangan, suka-suka sendiri. Kita ini sudah punya Qanun Asasi, AD/ART, tinggal konsistensi pelaksanaannya yang belum ada," ujarnya.

Ia menilai tata kelola NU harus dijalankan secara transparan dan terbuka serta berpedoman pada aturan organisasi.