Mahasiswa FK Unpatti jadi Duta Bahasa Provinsi Maluku - ANTARA News Ambon, Maluku

Ambon (ANTARA) - Mahasiswa Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Pattimura (Unpatti) Athalya Leonni Rumahlatu meraih predikat Terbaik I Putri Duta Bahasa Provinsi Maluku Tahun 2026 sebagai bentuk kontribusi mahasiswa dalam pelestarian bahasa dan budaya.

Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Universitas Pattimura, Dr Nur Aida Kubangun di Ambon, Selasa, mengatakan prestasi tersebut menjadi kebanggaan bagi sivitas akademika Unpatti sekaligus menunjukkan kualitas mahasiswa yang mampu mengembangkan potensi secara optimal.

"Kami mendukung penuh setiap mahasiswa untuk terus mengembangkan kompetensi, baik di bidang akademik maupun nonakademik. Prestasi ini membuktikan bahwa mahasiswa Unpatti mampu bersaing, berprestasi, sekaligus menjadi duta yang membawa nilai-nilai kebahasaan, budaya, dan karakter bangsa," katanya.

Ia menuturkan pencapaian tersebut diharapkan dapat menjadi motivasi bagi mahasiswa lainnya untuk berani mengeksplorasi kemampuan di berbagai bidang, sehingga mampu mengharumkan nama universitas di tingkat daerah maupun nasional.

Menurut Nur Aida, pembinaan kemahasiswaan di Unpatti tidak hanya berorientasi pada capaian akademik, tetapi juga mendorong mahasiswa memiliki kepemimpinan, kemampuan komunikasi, kreativitas, serta kepedulian terhadap persoalan sosial dan budaya.

Athalya Leonni Rumahlatu merupakan mahasiswa Program Studi Sarjana Kedokteran angkatan 2022 yang berhasil meraih gelar Terbaik I Putri Duta Bahasa Provinsi Maluku pada Malam Puncak Pemilihan Duta Bahasa Provinsi Maluku di Ambon.

Ajang Duta Bahasa sendiri merupakan program nasional tahunan yang digagas Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa dan diselenggarakan di daerah oleh Balai Bahasa Provinsi Maluku.

Program tersebut bertujuan melahirkan generasi muda yang mampu memartabatkan bahasa Indonesia, melestarikan bahasa daerah, serta menguasai bahasa asing sesuai semangat Trigatra Bangun Bahasa.

Sebelum dinobatkan sebagai pemenang, Athalya mengikuti serangkaian seleksi yang kompetitif, mulai dari lokakarya penulisan esai, uji kebahasaan, wawancara, hingga pembekalan bersama 30 finalis terbaik yang terpilih dari ratusan pendaftar.

Para finalis juga mengikuti Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia (UKBI), penilaian krida kebahasaan, serta unjuk bakat sebagai bagian dari penilaian akhir.

Sementara itu, Athalya mengatakan penghargaan tersebut merupakan amanah untuk terus mengampanyekan semangat Trigatra Bangun Bahasa di kalangan generasi muda.

"Prestasi ini merupakan amanah dan tanggung jawab besar bagi saya untuk terus menggemakan semangat Trigatra Bangun Bahasa di kalangan generasi muda Maluku. Sebagai mahasiswa kedokteran, saya ingin membuktikan bahwa ilmu medis dan kepekaan kebahasaan dapat berjalan beriringan untuk mengabdi kepada masyarakat," ujarnya.

Pewarta: Ode Dedy Lion Abdul Azis
Uploader : Moh Ponting

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.