Lula da Silva Kembali Terpilih Jadi Presiden Brasil untuk Keempat Kalinya
Senin, 26 Oktober 2026 - 10:30 WIB
Brasil, VIVA – Luiz Inácio Lula da Silva kembali terpilih sebagai presiden Brasil berdasarkan hasil resmi putaran kedua pemilihan yang digelar pada Minggu mengalahkan senator Flávio Bolsonaro dari sayap kanan. Berdasarkan hasl penghitungan Lula meraih meraih lebih dari 51 persen suara, sementara Senator Flávio Bolsonaro memperoleh lebih dari 48 persen.
Baca Juga
Kemenangan ini sekaligus menggagalkan upaya dinasti politik sayap kanan yang menjanjikan hubungan lebih erat dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Hasil tersebut juga memperpanjang perjalanan politik Lula, yang sebelumnya telah menjabat sebagai presiden selama tiga periode tidak berturut-turut.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Situasi Pemilu yang Kacau
Baca Juga
Melansir laman NPR, Senin (26/10/2026), hari pemungutan suara berlangsung di tengah kekacauan. Pada siang hari, tim kampanye Lula meminta agar waktu pemungutan suara diperpanjang. Mereka beralasan, sejumlah pemerintah daerah mengurangi layanan bus sehingga menyulitkan pemilih untuk mencapai tempat pemungutan suara.
Bolsonaro juga meminta perpanjangan waktu dengan alasan hujan deras yang mengguyur sejumlah negara bagian.
Baca Juga
Hakim Mahkamah Agung Cristiano Zanin kemudian memerintahkan agar pemungutan suara diperpanjang dua jam dari jadwal penutupan normal pada pukul 17.00. Namun, perintah tersebut baru diterima sejumlah tempat pemungutan suara setelah petugas menonaktifkan mesin pemungutan suara elektronik. Akibatnya, pemungutan suara tidak dapat dilanjutkan di lokasi-lokasi tersebut.
Di salah satu tempat pemungutan suara di Rio de Janeiro, seorang akuntan berusia 36 tahun bernama Manuela Tunas tiba tak lama setelah pukul 18.00. Ia berharap masih bisa memberikan suara setelah penerbangannya menuju kota tersebut mengalami keterlambatan. Namun, ia tidak dapat menggunakan hak pilihnya.
"Ini tidak masuk akal. Jika sebagian orang bisa memilih, sementara yang lain tidak, itu tidak adil," ujarnya.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Persaingan ketat dalam pemilihan presiden ini menarik perhatian dunia internasional karena hasilnya dinilai akan memengaruhi perkembangan gerakan sayap kanan di Amerika Latin, masa depan hutan hujan Amazon, serta nasib demokrasi Brasil yang telah berkembang selama sekitar 40 tahun.
Flávio Bolsonaro merupakan putra mantan Presiden Jair Bolsonaro, yang kalah tipis dari Lula pada pemilihan 2022. Jair Bolsonaro kini menjalani hukuman penjara selama 27 tahun karena merencanakan kudeta untuk membatalkan hasil pemilihan tersebut. Flávio sebelumnya berjanji akan memberikan pengampunan kepada ayahnya.
Halaman Selanjutnya
Karena pemilihan kali ini mempertemukan dua kubu politik yang sudah lama mengakar, masyarakat Brasil pada awalnya kurang antusias mengikuti kampanye di jalanan. Namun, keberhasilan Bolsonaro menempati posisi teratas pada putaran pertama pemungutan suara, 4 Oktober, membuat persaingan semakin sengit.