Legislator DPR Kecam Hafalan Surat Ad-Dhuha Berhadiah Miras, Tuntut Penyelenggara Tanggung Jawab

Selasa, 11 Agustus 2026 - 19:38 WIB

Jakarta, VIVA – Anggota Komisi VIII DPR RI, Maman Imanul Haq mengecam keras aksi promosi minuman beralkohol merek Newport dalam festival musik The Sounds Project di Jakarta Utara. 

Baca Juga

Promosi tersebut memicu kontroversi karena menggelar tantangan hafalan Surah Ad-Dhuha dengan hadiah sebotol minuman keras (miras).

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Maman menilai tindakan tersebut sebagai perbuatan tercela yang menjadikan ayat suci Al-Qur’an bagian dari aktivitas promosi miras. 

Baca Juga

Kata dia, praktik tersebut bukan hanya tidak etis, melainkan juga melukai perasaan umat Islam serta merupakan bentuk penghinaan terhadap kesucian Al-Quran.

"Saya mengecam keras tindakan tersebut. Menjadikan hafalan Surah Ad-Dhuha sebagai tantangan untuk mendapatkan hadiah minuman keras merupakan tindakan yang sangat tercela. Ayat suci Al-Qur’an tidak boleh dijadikan alat permainan atau gimmick untuk kepentingan promosi produk,” ucap Maman dalam keterangannya, Selasa, 11 Agustus 2026.

Baca Juga

Maman menegaskan kegiatan promosi dalam festival atau acara hiburan harus tetap memperhatikan etika, norma agama, serta nilai-nilai sosial yang berlaku. Kebebasan berkreasi dan pemasaran tidak boleh mengabaikan sensitivitas keagamaan.

“Promosi tentu boleh dilakukan, tetapi harus tetap beretika dan menghormati norma agama. Jangan sampai kreativitas justru berubah menjadi tindakan yang merendahkan atau menyinggung kesucian agama,” ungkap dia.

Politisi PKB itu lantas mendesak penyelenggara acara maupun pihak penyelenggara promosi untuk segera memberikan klarifikasi dan mempertanggungjawabkan perbuatannya secara terbuka. 

“Penyelenggara dan pelaku promosi harus bertanggung jawab. Harus ada evaluasi dan penjelasan yang terbuka mengenai bagaimana kegiatan seperti ini bisa terjadi,” ujarnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ia berharap kasus ini menjadi pelajaran penting bagi seluruh penyelenggara acara dan tim pemasaran dalam ruang publik agar tidak mengorbankan nilai agama demi mengejar viralitas. 

“Jangan sampai demi mengejar perhatian publik dan viralitas, nilai-nilai agama dikorbankan. Ini harus menjadi pembelajaran bagi semua pihak bahwa kegiatan promosi yang tidak beretika dan melanggar norma agama tidak boleh terulang lagi,” tandas Maman.

Ketua Umum BM PAN, Slamet Ariyadi

Heboh Challenge Hafalan Surat Ad-Dhuha Berhadiah Miras, BM PAN: Ruang Publik Harus Dijaga!

Slamet Ariyadi, mengecam keras aksi promosi minuman keras yang diduga menggunakan ayat suci Al-Qur’an sebagai bagian dari tantangan berhadiah acara musik.

VIVA.co.id

11 Agustus 2026