Lapas Narkotika Samarinda bekali WBP keterampilan tata boga - ANTARA News Kalimantan Timur
Samarinda (ANTARA) - Lapas Narkotika Kelas IIA Samarinda, Kalimantan Timur, membekali sekitar 20 orang warga binaan pemasyarakatan (WBP) serta jajaran petugas lewat program kecakapan tata boga secara terpadu.
“Program kecakapan tata boga ini bertujuan meningkatkan keterampilan praktis bidang olahan kuliner bagi seluruh peserta,” kata Kalapas Narkotika Samarinda Puang Dirham di Samarinda, Minggu.
Pembinaan kemandirian bidang boga melalui program peningkatan keterampilan kuliner tersebut terus dilakukan di lingkungan Lapas Narkotika Kelas IIA Samarinda, terjalin atas kerja sama dengan Lembaga Pelatihan Kerja Rika.
“Kami menghadirkan instruktur berkompeten dari Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas sebagai tenaga pengajar dan pendamping pelatihan,” ujar Puang Dirham.
Kehadiran tim instruktur profesional BPVP bertindak memberikan pendampingan materi teori serta sesi praktik pengolahan masakan kepada seluruh peserta pelatihan.
“Materi pelatihan mencakup pengenalan bahan makanan, penggunaan peralatan dapur, hingga aspek kebersihan sanitasi lingkungan,” tuturnya.
Para WBP juga dibekali penguasaan teknik dasar pengolahan bahan pangan hingga tata cara penyajian hidangan masakan secara terampil serta profesional.
Pembekalan materi teori serta praktik tata boga dilakukan secara bertahap dan intensif guna memastikan seluruh peserta menguasai keterampilan kuliner secara mandiri.
Bagi warga binaan, kata dia, pelatihan tersebut menjadi bekal produktif untuk mengembangkan peluang wirausaha kuliner mandiri saat bebas nanti.
Penguasaan keterampilan olah boga tersebut disiapkan sebagai modal penting persiapan memasuki dunia kerja sesudah warga binaan selesai resmi menjalani masa pidana.
“Pembinaan kemandirian ini merupakan bentuk komitmen nyata kami dalam mencetak warga binaan yang terampil dan berdaya,” kata Puang Dirham.
Pewarta: Ahmad Rifandi
Editor : Rahmad
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.