Lampung Selatan siapkan sumber air hadapi kemarau hingga Desember 2026
Lampung Selatan siapkan sumber air hadapi kemarau hingga Desember 2026
Selasa, 15 September 2026 20:00 WIB
Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setdakab Lampung Selatan Muhammad Darmawan memimpin rapat koordinasi pejabat Pemkab di Aula Rajabasa. ANTARA/Riadi Gunawan
Jangan sampai nanti ketika kekurangan air sudah semakin parah, kita baru mencari solusi
Lampung Selatan (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan (Lamsel) memperkuat kesiapsiagaan menghadapi musim kemarau yang diperkirakan berlangsung hingga Desember 2026 dengan menyiapkan alternatif sumber air bagi masyarakat di wilayah yang mulai mengalami kekurangan air bersih.
Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setdakab Lamsel Muhammad Darmawan meminta para camat segera memetakan wilayah yang berpotensi terdampak kekeringan dan menyiapkan sumber air alternatif sebelum kondisi semakin parah.
“Diharapkan dari sekarang para camat untuk sama-sama carikan alternatif solusi, mencarikan sumber-sumber air bagi daerah-daerah, desa-desa yang memang kekurangan air,” kata Darmawan di Kalianda, Selasa.
Ia mengatakan sejumlah wilayah di Lamsel mulai mengalami kekurangan air bersih, sedangkan lahan pertanian juga mulai mengering akibat berkurangnya ketersediaan air.
Menurut dia, kesiapan menghadapi kekeringan perlu dilakukan sejak dini, termasuk dengan memetakan ketersediaan armada yang dapat digunakan untuk mendistribusikan air bersih kepada masyarakat apabila dampak kemarau meluas.
Darmawan menyebutkan armada milik perusahaan daerah air minum (PDAM) maupun pemadam kebakaran perlu dipetakan sehingga pemerintah daerah dapat bergerak cepat melakukan distribusi air ketika masyarakat membutuhkan.
“Jangan sampai nanti ketika kekurangan air sudah semakin parah, kita baru mencari solusi. Dari sekarang harus dipersiapkan sumber air dan armada yang bisa digunakan,” ujarnya.
Selain mengantisipasi dampak kemarau, Pemkab Lamsel meminta jajaran kecamatan dan desa memperkuat mitigasi terhadap potensi bencana lainnya, khususnya di wilayah pesisir.
Tidak hanya kemarau panjang, informasi mengenai potensi gempa megathrust di tengah masyarakat harus disikapi secara bijak dan tidak menimbulkan kepanikan.
Informasi tersebut justru perlu menjadi momentum bagi pemerintah dan masyarakat untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi kemungkinan terjadinya bencana.
“Kita harus dari sekarang memitigasinya, baik dari kantor, rumah, ya sosialisasi ke seluruh masyarakat,” katanya.
Pewarta : Riadi Gunawan
Editor:
Agus Wira Sukarta
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.