Lampung perluas Gerakan Stop Boros Pangan guna jaga ketahanan pangan
Lampung perluas Gerakan Stop Boros Pangan guna jaga ketahanan pangan
Rabu, 2 September 2026 15:16 WIB
Kepala Bidang Ketersediaan dan Distribusi Pangan Dinas Ketahanan Pagan, Tanaman Pangan, dan Hortikultura (KPTPH) Provinsi Lampung Ely Nuratni Sari memberi keterangan terkait Gerakan Stop Boros Pangan di Bandarlampung, Rabu (2/9/2026). ANTARA/Ruth Intan Sozometa Kanafi.
Bandarlampung (ANTARA) - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung memperluas edukasi Gerakan Stop Boros Pangan kepada masyarakat di wilayahnya sebagai upaya menjaga ketahanan pangan daerah.
"Berkaitan dengan food loss dan food waste, kami terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat untuk tidak banyak membuang makanan. Sebab ini akan berkaitan dengan menjaga ketahanan pangan," ujar Kepala Bidang Ketersediaan dan Distribusi Pangan Dinas Ketahanan Pagan, Tanaman Pangan, dan Hortikultura (KPTPH) Provinsi Lampung Ely Nuratni Sari di Bandarlampung, Rabu.
Ia mengatakan diketahui di Indonesia ada 23-48 ton makanan terbuang, atau ada sebanyak 115-184 kilogram per kapita per tahun. Bila itu dikonversi ke rupiah, dengan estimasi Rp1/kilogram dinominalkan Rp15.000, satu orang bisa menyumbang Rp2,7 juta dari makanan yang terbuang.
"Yang kami harapkan kepada masyarakat dan terus di edukasi agar tidak ada lagi makanan yang terbuang. Oleh karena itu kami menyebarluaskan delapan trik untuk mengurangi boros pangan kepada masyarakat," katanya.
Delapan trik untuk mengurangi boros pangan itu meliputi mengambil makanan secukupnya, habiskan makanan dan minuman, bila tidak habis dapat dibawa pulang, atur atau periksa bahan makanan yang tersedia di rumah agar bisa lebih bijak dalam berbelanja pangan.
Kemudian berbagi pangan yang berlebihan, olah kembali makanan sisa yang layak konsumsi jadi hidangan baru atau mengolah bahan pangan busuk menjadi pupuk kompos, cek tanggal kadaluarsa pada kemasan sebelum dibeli dan konsumsi, serta simpan bahan makanan dengan benar agar tidak busuk.
"Kami sudah memulai menghitung berapa banyak pangan yang bisa diselamatkan di Lampung, melalui aplikasi Stop Boros Pangan yang dibuat oleh Badan Pangan Nasional. Tercatat sampai akhir Agustus kemarin ada sekitar 3,5 ton pangan yang berhasil diselamatkan," ucap dia.
Menurut dia, pihaknya saat ini juga tengah melakukan sosialisasi tidak boros pangan atau membuang pangan khususnya untuk Program Makan Bergizi Gratis.
"Kami sedang sosialisasikan terus ke SPPG, karena paling banyak yang terbuang saat ini adalah makanan MBG. Sosialisasi sudah dilakukan ke tiga sekolah, serta direncanakan akan melakukan bimbingan teknis lagi kepada SPPG untuk menyampaikan terkait makanan yang bisa terselamatkan. Karena tanpa ada data akurat kami tidak bisa menghitung, maka dengan menginput di aplikasi Stop Boros Pangan bisa memantau pangan yang bisa diselamatkan," tambahnya.
Diketahui berdasarkan data dashboard Gerakan Stop Boros Pangan Badan Pangan Nasional di Provinsi Lampung pada 2026, jumlah penyelamatan pangan ada sebanyak 8.596 kilogram, jumlah penyaluran pangan 10.179 kilogram, jumlah penerima manfaat 32.453 orang, jumlah donatur atau pelaku usaha 1.028 orang, jumlah pegiat atau bank pangan 4 unit, jumlah kalori yang diselamatkan 31,14 juta Kkal, jumlah protein yang diselamatkan 1,12 juta gram, jumlah zat besi yang diselamatkan 1.522 mg, dan jumlah Rupiah yang diselamatkan Rp2,07 juta.
Pewarta : Ruth Intan Sozometa Kanafi
Editor:
Agus Wira Sukarta
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.