Kulit Bayi yang Sensitif Butuh Perawatan Tepat untuk Menjaga Skin Barrier
Bagikan:
JAKARTA - Kulit bayi dan anak memiliki karakteristik yang berbeda dengan kulit orang dewasa. Menurut penelitian Stamatas GN, dkk. (2010), kulit bayi dan anak sekitar 30 persen lebih tipis dibandingkan kulit orang dewasa.
Kondisi kulit bayi yang tipis ini membuat kemampuan kulit dalam mengunci kadar air masih belum optimal karena lapisan pelindung kulit atau skin barrier masih terus berkembang.
Hal itu pun membuat kulit bayi lebih rentan mengalami kekeringan, iritasi, hingga kemerahan. Karena itu, menjaga kesehatan skin barrier menjadi salah satu langkah penting dalam mendukung kenyamanan sekaligus tumbuh kembang anak.
Dokter spesialis anak dr. Ian Suryadi Suteja, M.Med Sc, Sp.A, menjelaskan kesehatan kulit memiliki kaitan erat dengan kualitas hidup bayi, termasuk waktu istirahatnya.
"Pelembap bagi kulit bayi itu sangat penting. Karena jika skin barriernya bagus, anak nggak gampang terkena iritasi, dan bisa tidur dengan nyenyak, sehingga hormon growthnya juga berkembang baik. Bahkan bagi anak yang memiliki alergi, skin barriernya lebih rawan, sehingga mudah iritasi atau kemerahan. Sehingga butuh pelembap yang mengandung Ceramide, Colloidal Extract, dan Lactobacillus Ferment Lysate," ungkapnya.
Penjelasan tersebut disampaikan dalam peluncuran teknologi Cera-Care Biome Technology yang digelar GENTLY Baby di Jakarta pada 25 Juli 2026.
Teknologi tersebut dikembangkan untuk membantu menjaga kesehatan skin barrier sekaligus mendukung keseimbangan mikrobioma kulit melalui kombinasi bahan seperti ceramide, colloidal oatmeal extract, dan Lactobacillus ferment lysate.
BACA JUGA:
CEO sekaligus Co-Founder GENTLY Baby, Nyoman Anjani, mengatakan pengembangan teknologi tersebut merupakan bagian dari upaya menghadirkan inovasi berbasis sains dalam perawatan kulit bayi.
"Momen ini bukan sekadar menghadirkan produk dengan teknologi baru, tetapi juga menjadi langkah baru bagi kami untuk terus berinovasi dalam menghadirkan solusi perawatan kulit bayi yang tidak hanya gentle, berbasis sains, tetapi juga terbukti manfaatnya melalui uji klinis,"
"Semoga dengan adanya Cera-Care Biome Technology dengan formula yang lebih lengkap ini, bisa menjawab kebutuhan orang tua untuk menciptakan kulit yang sehat dan mendukung tumbuh kembang anak," tambah Nyoman Anjani.
Dalam kesempatan yang sama, sejumlah orang tua dan parenting influencer turut berbagi pengalaman mengenai tantangan merawat kulit anak yang sensitif. Salah satunya Alyssa Daguise, yang mengaku lebih berhati-hati dalam memilih produk perawatan kulit untuk anaknya.
"Nah, ini yang jadi tantangan tersendiri buat aku. Apalagi Soleil itu kulitnya sensitif, makanya aku lumayan selektif buat pilih produk. Buat aku, produk skincare anak itu nggak cukup cuma gentle atau yang sekadar viral, tapi aku butuh produk yang punya formula lengkap dan manfaatnya terbukti secara klinis.”
Selain mengedepankan kandungan yang mendukung kesehatan skin barrier, produk perawatan kulit bayi juga perlu memperhatikan aspek keamanan.
Pengujian seperti uji hipoalergenik, dermatologically tested, serta uji klinis menjadi beberapa hal yang dapat menjadi pertimbangan orang tua dalam memilih produk, terutama bagi bayi dengan kulit sensitif atau memiliki riwayat alergi.
Para ahli menilai, perawatan kulit sejak dini bukan hanya bertujuan menjaga kelembapan kulit, tetapi juga membantu mempertahankan fungsi pelindung alami kulit agar bayi terhindar dari iritasi yang dapat mengganggu aktivitas maupun kualitas tidurnya.
Add VOI as a Preferred Source
Follow VOI news updates across Google.
+