Kubu Ruben Onsu Respons Sarwendah soal Anak Jadi Korban Bully

CNN Indonesia

Jumat, 31 Jul 2026 11:20 WIB

Ruben Onsu datang ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan dalam rangka sidang hak asuh anak melawan Sarwendah pada Rabu (22/7/2026).
Kubu Ruben Onsu merespons Sarwendah soal anak-anak menjadi korban bullying akibat kegaduhan rumah tangga. (CNN Indonesia/Vandeniar Kennindya)

Jakarta, CNN Indonesia --

Kuasa hukum Ruben Onsu, Minola Sebayang, merespons pernyataan Sarwendah yang menyebut anak-anak menjadi korban perundungan (bullying) akibat kegaduhan rumah tangga yang mencuat ke publik.

Minola menilai tudingan atau asumsi bahwa perundungan tersebut semata-mata dipicu oleh pihak Ruben adalah hal yang kurang tepat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurutnya, ada banyak faktor lain yang bisa memengaruhi kondisi anak-anak di lingkungan sosial mereka, termasuk langkah dari pihak Sarwendah sendiri saat awal mula permasalahan ini mengemuka.

"Kalau memang misalnya anak-anak di-bully, kan harusnya di-bully dari sejak mulai terjadi adanya preskon pertama dari mereka itu yang mengatakan bahwa Ruben sudah tidak memberikan uang nafkah," kata Minola pada Kamis (30/7).

"Kami kan enggak ngomong apa-apa," tuturnya seperti diberitakan detikcom, Jumat (31/7).

"Kenapa kok sepertinya hanya kami saja ini yang menjadi sorotan. Oh anak-anak, berarti anak-anaknya hanya lihat kami, enggak lihat yang lainnya. Kan ini juga menjadi suatu kekhawatiran," lanjutnya.

[Gambas:Video CNN]

Di samping merespons isu perundungan, Minola menegaskan kembali keinginan Ruben untuk bisa menghabiskan waktu bersama ketiga buah hatinya secara leluasa tanpa pengawasan dari pihak mantan istrinya.

Minola menduga ada kekhawatiran tertentu dari Sarwendah jika membiarkan anak-anak bertemu sang ayah tanpa pendamping.

"Seperti yang dikatakan oleh Ruben, berikan anak-anak itu bersama dengan dia secara bebas tanpa pengawasan. Termasuk ibunya juga enggak perlu ikut campur, kan dia ayahnya," tutur Minola.

Kekhawatiran itu, menurut Minola, diduga muncul lantaran pihak Sarwendah takut anak-anak berbicara secara spontan atau menyampaikan sesuatu saat sedang bersama Ruben.

Dugaan ini merujuk pada cerita Ruben yang sempat tersontak saat mengantar anak ke sekolah, sehari setelah ia melayat ke rumah duka orang tua Sarwendah.

"Apalagi ketika Ruben sudah keluar ngomong bahwa ketika dia melayat orang tuanya, lalu besoknya bertemu anak-anak di sekolah saat mengantar sekolah, Ruben menyampaikan, 'Kemarin ayah datang pencitraan ya?'," beber Minola.

"Jadi mungkin ini juga salah satu kekhawatiran kalau anak-anak ini ketemu tanpa ada kehadiran dia dan orang-orang yang dia percaya, mungkin anaknya ceplos dan nanya sama Ruben. Jadi akhirnya mungkin takut. Mungkin loh ya," tambahnya.

Alasan ini yang dinilai pihak Ruben membuat proses pertemuan dan quality time bersama ketiga anaknya menjadi begitu alot dan rumit.

Pernyataan dari kubu Ruben ini sekaligus merespons luapan emosi Sarwendah saat hadir di tayangan podcast Denny Sumargo. Sarwendah mengaku meminta untuk jadi bintang tamu karena ingin bersuara merespons semua kabar yang beredar.

Dalam kesempatan itu, Sarwendah sempat menangis saat menceritakan bagaimana dampak rumor dan perselisihan yang beredar di media massa akhirnya sampai ke telinga teman-teman sekolah anaknya.

Sarwendah membantah keras isu yang menyebut anaknya pernah berujar kalimat "pencitraan" kepada Ruben. Ia mengaku telah mengonfirmasi hal itu kepada pengasuh anak dan menegaskan bahwa buah hatinya dididik dengan sangat sopan.

"Satu hal yang mau aku klarifikasi dengan benar. Anak-anak aku itu anak-anak baik, sangat sopan, berprestasi. Jadi tidak ada satu kalipun mereka bertutur kata, Nia ngomong 'Pencitraan'," tegas Sarwendah dengan suara bergetar.

Ia juga menyayangkan bagaimana narasi beredar tersebut berujung pada aksi perundungan terhadap anaknya di media sosial sekolah.

(chri)