Kuatkan Citra Jadi Destinasi Bisnis, Malaysia Bidik Pasar MICE Indonesia
Jakarta -
Malaysia yang tengah gencar membangun sektor pariwisata mereka, kini membidik pasar Meetings, Incentive, Conference and Exhibition (MICE) di Indonesia.
Kementerian Pariwisata, Seni, dan Budaya Malaysia (MOTAC) melalui Malaysia Convention & Exhibition Bureau (MyCEB) menggelar Indonesia Roadshow 2026 yang digelar di JW Marriot Jakarta, Kamis (20/8/2026). Ini merupakan agenda kedua yang sebelumnya dilaksanakan di Surabaya beberapa waktu lalu.
Dalam pembukaan agenda tersebut, Duta Besar Malaysia untuk Indonesia, Datuk Muzafar Shah Mustafa, menyampaikan Indonesia dan Malaysia punya kedekatan yang erat. Selain itu, Indonesia bagi sektor pariwisata Malaysia merupakan pasar yang sangat potensial.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Malaysia dan Indonesia adalah dua negara serumpun yang memiliki hubungan sangat istimewa. Bukan hanya dari sisi sejarah, budaya, dan persaudaraan, tetapi juga melalui perdagangan, investasi, pariwisata, serta hubungan erat antara komunitas bisnis kedua negara," ujarnya dalam pembukaan acara tersebut.
"Dalam konteks ini, sektor MICE memiliki potensi besar untuk menjadi pendorong hubungan ekonomi dan bisnis antara Malaysia dan Indonesia. Acara bisnis tidak sekadar mendatangkan delegasi dan peserta, tetapi juga membuka ruang bagi pertukaran gagasan, jejaring bisnis, peluang investasi, serta kerja sama baru di berbagai sektor," tambah Muzafar.
Lebih lanjut, ia memaparkan data bahwa wisatawan Indonesia yang berkunjung di tahun 2025 itu mencapai angka 4,26 juta wisatawan. Jumlah tersebut meningkat sebanyak 2,4% dibandingkan dengan tahun sebelumnya.
Di tahun 2026 ini, periode Januari hingga Mei catatan menunjukkan sekitar 1,6 juta wisatawan yang berkunjung ke Malaysia. Baginya dari keseluruhan data tersebut mencerminkan tingginya kepercayaan wisatawan Indonesia kepada Malaysia sebagai tujuan destinasi. Hal tersebut juga didukung oleh akses penerbangan dengan frekuensi sebanyak 701 penerbangan antara kedua negara.
"Saya berharap program ini dapat mendukung upaya Kampanye Visit Malaysia 2026 dan 2027 dengan semakin meningkatkan visibilitas Malaysia sebagai destinasi pilihan untuk penyelenggaraan acara bisnis internasional," ucap Muzafar.
Dalam kesempatan yang sama, Manager Corporate & Incentive MyCEB, Margaret Lu, mengatakan Indonesia masuk ke dalam tiga besar sumber utama untuk sektor perjalanan bisnis Malaysia.
"Indonesia terus menjadi salah satu dari tiga pasar sumber utama bagi pertemuan korporat dan perjalanan insentif. Hingga Juli 2026, pasar Indonesia telah menghasilkan perkiraan dampak ekonomi sebesar 22 juta Ringgit Malaysia (Rp 75,9 miliar)," ungkapnya.
Maka untuk memperjelas agenda ini, Margaret membawa 20 mitra pihaknya untuk diperkenalkan kepada pasar Indonesia. Seraya memperkokoh Malaysia sebagai destinasi unggulan untuk MICE.
"Kami sangat percaya bahwa hubungan antara Malaysia dan Indonesia membawa potensi yang sangat besar," jelasnya.
(upd/wsw)