KSAD Tandyo lanjutkan program strategis Presiden Prabowo - ANTARA News Sumatera Utara
Jakarta (ANTARA) - Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Tandyo Budi Revita menyatakan TNI Angkatan Darat akan melanjutkan dan mempercepat pelaksanaan sejumlah program strategis Presiden Prabowo Subianto.
“Saya mendapat amanah dari negara melalui Bapak Presiden menjadi Kepala Staf Angkatan Darat. Tentunya banyak program strategis dari Presiden Prabowo Subianto dan Wapres Gibran yang melibatkan Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat,” kata Tandyo di Istana Negara, Jakarta, Kamis.
Ia menjelaskan program tersebut antara lain Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP), Sekolah Rakyat, dan ketahanan pangan yang melibatkan TNI AD.
“Kalau tugas-tugas yang berkaitan dengan ketahanan pangan dan KDKMP sudah berjalan sebelumnya, itu yang kita teruskan,” ujarnya.
Tandyo mengatakan pelaksanaan program-program tersebut menjadi salah satu pekerjaan rumah TNI AD, terutama untuk mempercepat operasionalisasinya sesuai dengan tugas yang diberikan Presiden.
Selain mendukung program prioritas pemerintah, ia menyebut pembangunan kekuatan TNI AD juga menjadi salah satu fokus tugasnya.
Tandyo memastikan TNI AD akan membantu penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), terutama di kawasan gambut, dengan mengerahkan kemampuan yang dimiliki untuk mempercepat pemadaman.
“Untuk karhutla pasti, karena TNI Angkatan Darat paling banyak sebarannya. Untuk bisa mempercepat membantu pemadaman, khususnya lahan-lahan gambut, ini akan mengerahkan semampunya TNI Angkatan Darat untuk mempercepat pemadaman ini,” katanya.
Terkait Papua, Tandyo mengatakan penyelesaian persoalan di wilayah tersebut menjadi salah satu prioritas program Presiden Prabowo, baik dalam peningkatan kesejahteraan masyarakat maupun penanganan gangguan keamanan.
Ia mencontohkan perkembangan situasi di Maybrat, Papua Barat Daya, yang menurut dia menunjukkan adanya pihak-pihak yang turun dan ditangkap dalam beberapa hari terakhir.
“Dalam dua tiga hari ini kan di Maybrat yang selama ini cukup ramai, dua tiga tahun yang lalu, kalau dimonitor dua hari yang lalu kan ada yang turun, ada yang kita tangkap,” ujarnya.
Tandyo berharap perkembangan tersebut dapat mendorong pihak-pihak yang masih melakukan perlawanan untuk kembali ke pangkuan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Sebelum menjabat KSAD, Tandyo menjabat Wakil Panglima TNI. Ia menggantikan Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, yang kini menjabat Wakil Panglima TNI.
Pewarta: Fathur Rochman
Editor : Juraidi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.