Kredit UMKM Tumbuh 2,3% yoy per Agustus 2026
ILUSTRASI. Dorong Kredit UMKM (KONTAN/Baihaki)
Reporter: Lydia Tesaloni | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti
KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Kinerja kredit di sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) terus berporgres mencapai target pertumbuhan 7%–9% di akhir tahun nanti.
Mengacu laporan analisis uang beredar Bank Indonesia (BI), dikutip Kamis (24/9/2026), kredit UMKM per Agustus 2026 tumbuh 2,3% secara tahunan (year-on-year/yoy) menjadi Rp 1.529,1 triliun.
Meski masih terbilang tipis, sebenarnya capaian ini menunjukkan laju dari pertumbuhan 1,6% yoy pada bulan sebelumnya.
Dilihat dari skala usahanya, kredit di segmen usaha menengah menunjukkan progres paling positif dengan catatan pertumbuhan 3,8% yoy menjadi Rp 341,7 triliun. Hasil ini juga melaju dari pertumbuhan 2% yoy pada bulan sebelumnya.
Baca Juga: Kredit UMKM Mulai Pulih, Bank Besar Genjot Penyaluran hingga Akhir 2026
Kredit di segmen usaha mikro juga berhasil melaju, dengan catatan pertumbuhan sebesar 2,6% yoy menjadi Rp 661,6 triliun, melanjuti pertumbuhan 2,1% yoy pada bulan sebelumnya. .
Pun kredit di segmen usaha kecil berhasil tumbuh 1% yoy menjadi Rp 525,7 triliun, melanjuti pertumbuhan 0,7% yoy pada bulan sebelumnya.
Berdasarkan jenis penggunaannya, kredit investasi UMKM masih mencatatkan kinerja apik dengan catatan pertumbuhan sebesar 14,9% yoy menjadi Rp 516,9 triliun. Bulan sebelumnya, pertumbuhan kredit investasi UMKM mencapai 14,2% yoy.
Sementara kredit modal kerja UMKM masih terkoreksi 3,1% yoy menjadi Rp 1.012,2 triliun, melanjuti koreksi 3,8% yoy pada bulan sebelumnya.
Baca Juga: BI Fasilitasi Pembiayaan UMKM Capai Rp 285 Miliar Hingga Juli 2026
Capaian ini membawa kredit UMKM kian dekat dengan target pertumbuhan optimistis yang dipatok regulator di rentang 7%–9% untuk tahun ini.
Kredit UMKM juga masih berpotensi melanjuti pertumbuhan seiring keyakinan para pelaku UMKM. Indeks Bisnis UMKM Bank Rakyat Indonesia (BRI) kuartal II-2026 menunjukkan, indeks ekspektasi sentimen bisnis pelaku UMKM untuk kuartal III-2026 ada di zona ekspansif 120,2.
Meski begitu, kredit UMKM masih berhadapan dengan sejumlah tantangan. Kepala Ekonom Bank Central Asia (BCA), David Sumual melihat, daya beli yang stagnan dan kenaikan harga barang berisiko mempersempit margin keuntungan pelaku UMKM dan membuat mereka cenderung menahan ekspansi yang didanai utang.
Menurut David, katalis pendukung tercapainya target pertumbuhan kredit UMKM 7%–9% datang dari realisasi siklus belanja akhir tahun dan percepatan penyerapan anggaran proyek pemerintah.
Baca Juga: Masih Minim, BI Minta Bank Genjot Kucuran Kredit UMKM
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News