◐

Kredit J Trust Bank Tembus Rp29,25 Triliun, NPL Turun Jadi 1,78 Persen |Republika Online

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - PT Bank JTrust Indonesia Tbk (J Trust Bank) membukukan penyaluran kredit Rp29,25 triliun hingga Juni 2026. Angka tersebut tumbuh 8,59 persen dibandingkan posisi akhir 2025 sebesar Rp26,94 triliun.

Pertumbuhan kredit tersebut dibarengi dengan perbaikan kualitas aset. Rasio kredit bermasalah (Non-Performing Loan/NPL) neto turun menjadi 1,78 persen pada Juni 2026 dari 2,26 persen pada akhir 2025. Sementara itu, total aset J Trust Bank mencapai Rp39,83 triliun.

Direktur Utama J Trust Bank Ritsuo Fukadai mengatakan perseroan akan menjaga kualitas portofolio kredit di tengah ekspansi bisnis.

“Pertumbuhan kredit yang progresif ini berjalan selaras dengan penurunan rasio NPL neto. Prioritas strategis kami ke depan adalah mempertahankan kualitas portofolio kredit secara prudent, sekaligus melakukan ekspansi bisnis pada segmen komersial, korporasi, dan ritel,” ujar Ritsuo dalam Public Expose J Trust Bank di Jakarta, Rabu (30/9/2026).

Dari sisi pendanaan, Dana Pihak Ketiga (DPK) tercatat Rp33,92 triliun atau tumbuh 1,08 persen dibandingkan akhir 2025. Perseroan juga meningkatkan penghimpunan dana murah melalui giro dan tabungan.

Giro meningkat menjadi Rp6,29 triliun dari Rp3,93 triliun pada akhir 2025, sedangkan tabungan tercatat Rp3,12 triliun. Penguatan dana murah tersebut turut menekan biaya dana (Cost of Fund/CoF) menjadi 4,69 persen dari 5,27 persen pada Desember 2025.

“Efisiensi biaya dana yang kini berada di level 4,69 persen akan terus kami optimalkan. Fokus kami selanjutnya adalah memperbesar porsi giro dan tabungan melalui penyediaan layanan berbasis teknologi yang adaptif terhadap kebutuhan transaksi nasabah,” kata Ritsuo.

Dari sisi permodalan, total modal J Trust Bank meningkat menjadi Rp3,71 triliun dari Rp3,15 triliun pada akhir 2025. Rasio kecukupan modal (Capital Adequacy Ratio/CAR) juga naik menjadi 14,53 persen dari 12,53 persen.

Adapun laba bersih J Trust Bank pada semester I 2026 tercatat Rp80,23 miliar. Perseroan menyiapkan sejumlah strategi untuk meningkatkan profitabilitas, antara lain melalui pengembangan pendapatan berbasis komisi, kredit sindikasi, transformasi digital, serta modernisasi sistem inti perbankan.