Kontroversi "Terlalu Lama Perang di Timur Tengah", Kapal Induk USS Abraham Lincoln Akhirnya Tiba di Thailand

AKURAT.CO Kapal induk bertenaga nuklir Amerika Serikat, USS Abraham Lincoln, tiba di Pelabuhan Laem Chabang, Thailand, pada Rabu, 2 September 2026, setelah menjalani misi selama 286 hari di laut.

Kapal perang yang membawa sekitar 5.000 pelaut dan marinir AS itu sebelumnya menjalani penugasan panjang di Timur Tengah. Kedatangannya di Thailand menjadi persinggahan pelabuhan pertama sejak kapal tersebut memulai penugasan pada November 2025.

USS Abraham Lincoln dipandu kapal tunda menuju pelabuhan di Provinsi Chonburi dengan sejumlah pesawat tempur masih berjajar di dek penerbangannya. Kapal tersebut dijadwalkan menjalani masa istirahat dan pemulihan selama lima hari sebelum melanjutkan perjalanan kembali ke Amerika Serikat.

"Perjalanan kami ke Laem Chabang memberikan kesempatan yang sangat layak bagi para pelaut dan marinir untuk beristirahat dan memulihkan tenaga," kata Laksamana Muda Robert Loughran, komandan Carrier Strike Group 3.

Kapten Dan Keeler, komandan USS Abraham Lincoln, menyebut kunjungan tersebut sebagai persinggahan pelabuhan pertama dalam penugasan yang disebutnya bersejarah.

Dari Laut China Selatan ke Timur Tengah

USS Abraham Lincoln meninggalkan California pada November 2025 untuk menjalankan misi di Laut China Selatan. Namun, kapal tersebut kemudian dialihkan ke Timur Tengah di tengah meningkatnya konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran.

Selama penugasan, kapal induk tersebut terlibat dalam operasi militer AS di kawasan Timur Tengah, termasuk operasi tempur dan blokade laut terhadap Iran. Lamanya kapal berada di laut menjadi perhatian di Washington karena jauh melampaui durasi penugasan angkatan laut yang umumnya berlangsung sekitar enam hingga sembilan bulan.

Demokrat di Kongres AS bahkan menyoroti masa penugasan USS Abraham Lincoln sebagai salah satu periode terlama kapal induk modern AS berada di laut secara terus-menerus.

Muncul Laporan Krisis Mental dan Kondisi Kapal Memburuk

Kedatangan USS Abraham Lincoln ke Thailand juga berlangsung di tengah kontroversi mengenai kondisi para awak kapal selama penugasan panjang tersebut.

Sejumlah laporan di Amerika Serikat menyebut adanya masalah kesehatan mental di kalangan awak, termasuk percobaan bunuh diri. Selain itu, muncul laporan mengenai kekurangan pasokan, masalah fasilitas seperti saluran pipa, serta kondisi kehidupan yang memburuk di dalam kapal.

Sejumlah anggota parlemen Demokrat kemudian meminta penyelidikan terhadap kondisi di USS Abraham Lincoln. Namun, pemerintahan Presiden Donald Trump mengecilkan kekhawatiran tersebut.

Pejabat sementara Sekretaris Angkatan Laut AS Hung Cao sebelumnya mengatakan sejumlah kasus kesehatan mental telah ditangani tanpa korban jiwa. Ia juga menuding pemberitaan media berusaha menggambarkan personel militer AS sebagai korban.

5.000 Personel AS Menuju Pattaya

Setelah kapal bersandar, sekitar 5.000 pelaut dan marinir akan menghabiskan waktu di Pattaya, kota wisata yang sejak era Perang Vietnam dikenal sebagai tujuan istirahat bagi personel militer AS.

Pemerintah Thailand menyiapkan sekitar 40 bus untuk mengangkut para personel dari Pelabuhan Laem Chabang menuju Pattaya dan kembali ke kapal. Mereka dijadwalkan meninggalkan Thailand pada Minggu.

Pattaya berharap kunjungan ribuan personel militer tersebut dapat memberikan dorongan bagi perekonomian lokal yang terdampak penurunan pariwisata akibat konflik di Timur Tengah.

Namun, pemerintah daerah juga memperketat pengamanan. Polisi meningkatkan patroli di kawasan pantai dan pusat hiburan, sementara pemerintah mengingatkan pelaku usaha agar tidak menaikkan harga secara tidak wajar kepada para pelaut AS.

Personel AS Dilarang Sejumlah Aktivitas

Wali Kota Pattaya Poramase Ngampiches mengatakan personel militer AS dilarang mengikuti sejumlah aktivitas rekreasi yang dinilai berisiko, termasuk jet ski dan olahraga air tertentu.

Mereka juga dilarang menggunakan ganja. Polisi Thailand meningkatkan pengawasan di sejumlah kawasan wisata dan hiburan selama kunjungan berlangsung.