Komunitas Natura mengembangkan ecoprint dorong ekonomi hijau Gorontalo - ANTARA News Gorontalo

Gorontalo (ANTARA) - Komunitas anak muda desa-kota Natura (Nantu Tahura) di Provinsi Gorontalo mengembangkan produk ecoprint berbahan alami sebagai upaya mendorong ekonomi kreatif sekaligus mengampanyekan pelestarian lingkungan melalui pemanfaatan bahan baku dan pewarna ramah lingkungan.

Pengelola Ecoprint Komunitas Natura Indira Lomban di Gorontalo, Selasa, mengatakan ecoprint masih tergolong baru di daerah itu. Saat ini baru terdapat dua kelompok yang memproduksi ecoprint di Gorontalo sehingga produk tersebut mulai dikenal masyarakat, khususnya kalangan anak muda yang tertarik pada produk ramah lingkungan.

"Selain menjadi produk fesyen ramah lingkungan, ecoprint juga menjadi media edukasi dan kampanye kepada anak muda agar lebih peduli terhadap lingkungan," katanya.

Ia menjelaskan seluruh produk ecoprint dibuat menggunakan kain berbahan katun dan sutra, sedangkan pewarnanya berasal dari bahan alami seperti kayu secang, tinggi, tinger, dan berbagai jenis tumbuhan lainnya sehingga proses produksi lebih ramah lingkungan dibandingkan pewarna sintetis.

Menurut Indira, pengembangan ecoprint juga menjadi bagian dari kampanye mengurangi dampak limbah tekstil dari industri fesyen sekaligus memperkenalkan Hutan Nantu sebagai kawasan dengan keanekaragaman hayati yang menjadi kekayaan alam Provinsi Gorontalo.

"Salah satu ciri khas ecoprint kami adalah menggunakan daun dari Hutan Nantu sebagai motif. Setiap pembeli kami perkenalkan dengan Hutan Nantu di kabupaten Gorontalo agar semakin banyak masyarakat mengetahui pentingnya menjaga kawasan tersebut," katanya.

Ia mengatakan minat masyarakat terhadap produk ecoprint terus meningkat sejak Komunitas Natura mengikuti berbagai pameran. Sejumlah pelaku usaha percetakan, butik, dan pengrajin karawo juga mulai menjajaki kerja sama untuk mengembangkan produk ecoprint di Gorontalo.

Saat ini Komunitas Natura memproduksi kain ecoprint per meter, kaus, syal, dan tas jinjing (totebag). Namun, komunitas tersebut belum menetapkan target produksi karena masih berfokus pada kampanye lingkungan, meski mulai menerima sejumlah permintaan kerja sama.

"Kami belum mengejar target penjualan, tetapi ke depan akan lebih serius mengembangkan produksi karena mulai ada permintaan kerja sama," katanya.

Ia mengatakan satu lembar kain ecoprint dipasarkan dengan harga sekitar Rp500 ribu, bergantung pada motif, tingkat kerumitan proses pembuatan, dan kualitas hasil akhir produk.

Produk ecoprint Komunitas Natura telah dipasarkan melalui berbagai pameran, termasuk Pekan Nasional (PENAS) Petani Nelayan XVII Tahun 2026 di Gorontalo. Pada kegiatan tersebut, produk mereka dibeli oleh kontingen dari Aceh, Makassar, Papua, dan sejumlah daerah lainnya.

Selain mengikuti pameran UMKM, Komunitas Natura juga memberikan pelatihan dan lokakarya ecoprint pada berbagai kegiatan, antara lain Green Action Day, Orang Muda Gorontalo Kreatif (OMG Creative), Festival Hirameya Desa Kota, Festival Menjaga Air Nantu dan Tahura, Festival Raksaloka, peringatan Hari Burung Internasional, serta pelatihan ecoparenting berbasis rumah tangga ramah lingkungan.

Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Komunitas Natura kembangkan ecoprint dorong ekonomi hijau Gorontalo

Pewarta: Faradila Alim
Editor : Debby H. Mano

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.