Komnas Anak Sentil Ruben Onsu soal Video yang Viral, Bantah Bela Sarwendah
Kamis, 22 Oktober 2026 - 17:28 WIB
Jakarta, VIVA – Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) membantah anggapan bahwa mereka berpihak kepada Sarwendah dalam konflik hak asuh anak dengan Ruben Onsu. Ketua Komnas PA, Agustinus Sirait, justru menyayangkan respons yang muncul setelah pernyataannya dalam konferensi pers sebelumnya menjadi sorotan di media sosial.
Baca Juga
Agustinus mengungkapkan, akun media sosial Komnas PA dibanjiri komentar negatif setelah lembaganya menggelar konferensi pers untuk menanggapi pengaduan Sarwendah. Situasi tersebut semakin memanas setelah Ruben Onsu menanggapi video pernyataan Agustinus yang dinilai menunjukkan kecenderungan mendukung pihak mantan istrinya.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Agustinus menjelaskan bahwa pihaknya tidak bermaksud membela salah satu pihak yang tengah berselisih. Ia juga menyoroti dampak komentar warganet terhadap lembaga yang berupaya mengawal perlindungan anak di tengah konflik kedua orang tuanya.
Baca Juga
"Semenjak press conference yang lalu, akun sosmed kita banyak diserang dengan komen-komen yang sangat menyudutkan," kata Agustinus Sirait, saat konferensi pers, mengutip Youtube Intens Investigasi, Kamis (22/10/2026).
Kontroversi tersebut bermula ketika video Agustinus yang memberikan pujian kepada Pablo Benua, pengacara Sarwendah, beredar luas. Ruben kemudian merespons rekaman tersebut dan menilai sikap Komnas PA menimbulkan kesan bahwa lembaga itu lebih mendukung mantan istrinya.
Baca Juga
Agustinus pun menyinggung respons Ruben yang menurutnya membuat publik salah memahami posisi Komnas PA dalam persoalan tersebut.
"Namun direspons sama RO sendiri, bahwa kami dianggap berpihak dengan memperlihatkan video saya memuji Pablo," bebernya.
Ia menyayangkan penilaian yang hanya didasarkan pada potongan video tanpa mempertimbangkan konteks pernyataan secara menyeluruh. Menurut Agustinus, Komnas PA mengapresiasi siapa pun yang menyuarakan pentingnya menjaga hubungan anak dengan kedua orang tuanya.
"Kayaknya terlalu dangkal penilaiannya hanya dengan melihat video statement saya. Siapapun yang punya statement anak tidak boleh dipisahkan dari orang tuanya, pasti kami apresiasi," tegas Agustinus.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Agustinus juga mengingatkan masyarakat agar lebih berhati-hati ketika memberikan komentar di media sosial. Menurutnya, perseteruan orang tua yang terus menjadi konsumsi publik berpotensi menimbulkan dampak bagi anak-anak yang berada di tengah konflik tersebut.
"Tolong hentikan dari sekarang, karena apa? Ada anak-anak yang menjadi korban atas ketikan tanganmu, atas ketikan jarimu," kecamnya.
Halaman Selanjutnya
Ia kembali menegaskan bahwa Komnas PA tidak berada di pihak Ruben maupun Sarwendah. Lembaga tersebut, kata dia, berfokus pada kepentingan anak dan tidak seharusnya dipandang sebagai pendukung salah satu orang tua.