◐

Komisi IV DPRD Kalsel perkuat pelestarian budaya - ANTARA News Kalimantan Selatan

Yogyakarta (ANTARA) - Komisi IV Bidang Kesejahteraan Rakyat Kesra (Kesra) DPRD Kalimantan Selatan (Kalsel) perkuat pelestarian budaya daerah Banua atau provinsi setempat. 

Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kalsel H Gusti Iskandar Sukma Alamsyah mengemukakan itu, usai studi komparasi ke Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Senin. 

Menurut mantan anggota DPR RI itu, DIY terkenal luas sebagai pusat kebudayaan Jawa yang memiliki komitmen kuat dalam pemeliharaan tradisi serta perlindungan cagar budaya melalui kekuatan regulasi daerah.

Keberhasilan DIY dalam tata kelola kebudayaan terpadu tersebut menjadi alasan utama Komisi IV DPRD Kalsel menyambangi Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) DIY pada Senin (28/09) guna menggali strategi dan formulasi kebijakan daerah yang relevan.

Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kalsel, H. Gt Iskandar Sukma Alamsyah, mengapresi atas konsistensi Pemerintah Daerah DIY dalam merawat kekayaan budaya dan tradisi lokal melalui regulasi daerah yang kuat.

Menurut dia, Kalsel perlu belajar dari pengalaman Yogyakarta, terutama dalam menyusun regulasi pendukung serta membentuk wadah pengelola khusus yang menangani integrasi cagar budaya dan cagar alam.

Apalagi, lanjutnya, Yogyakarta  sudah ada badan pengelola khusus yang menangani cagar budaya dan cagar alam secara terpadu,” ujar Gusti Iskandar.

Terkait tata kelola, Pemda DIY membentuk Badan Pengelola Kawasan Cagar Budaya (BPKCB) yang berkolaborasi dengan Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayterseb

Lembaga tersebut, mengkoordinasikan perencanaan, konservasi, pemanfaatan, hingga pengawasan kawasan cagar budaya penting seperti Kotagede, Imogiri, dan Malioboro agar nilai sejarahnya tetap terjaga di tengah modernisasi.

"Kekayaan alam dan sejarah bumi tersebut kini terangkum dalam Geopark Jogja (dikenal juga sebagai Adiloka Jogja atau Babad Bhumi Jogja), yang telah resmi ditetapkan sebagai Geopark Nasional berdasarkan Keputusan Menteri ESDM RI Nomor: 171.K/GL.01/MEM.G/2025, " ujarnya. 

Potensi geologi (geosite) di kawasan tersebut diwakili 15 situs penting, seperti Puncak Kaldera Purba Kendil-Suroloyo, Formasi Nanggulan, dan Goa Kiskendo di Kulon Progo.Kabupaten Sleman turut menyumbangkan situs ikonik seperti Tebing Breksi Sambirejo, Lava Bantal Berbah. 

Selain itu, kompleks Merapi Tua, yang berdampingan dengan bentukan geologi unik di Bantul seperti Sesar Opak Bukit Mengger, Lava Purba Mangunan, hingga Gumuk Pasir Parangtritis.

Keanekaragaman alam tersebut diperkaya oleh lima kawasan konservasi hayati (biosite), termasuk Taman Nasional Gunung Merapi dan Suaka Margasatwa Sermo.

Geopark Jogja juga mencakup empat cagar budaya (cultural site), baik yang berwujud seperti Keraton Yogyakarta dan Kadipaten Pakualaman, maupun tradisi takberwujud seperti Upacara Adat Labuhan Merapi dan Parangkusumo.

Menanggapi kunjungan tersebut, Sekretaris Dinas Kebudayaan DIY, Nur Ikhwan Rahmanto, menjelaskan bahwa keberhasilan penguatan cagar alam dan budaya tidak lepas dari komitmen Pemda DIY dalam mendorong potensi daerah ke tingkat internasional.

Rombongan Komisi IV DPRD Kalsel dengan dipimipin Wakil Ketuanya H Gt Iskandar Sukma Alamsyah saat kunjungan ke Dinas Kebudayaan DIY di Yogya, Senin (28/9/2026). (ANTARA/HO Humas Setwan Kalsel)

Langkah strategis tersebut guna mengusulkan Geopark Jogja menjadi bagian dari jaringan UNESCO Global Geopark (UGGp), sekaligus memperkuat tata kelola konservasi dan pengembangan geowisata berkelanjutan bagi masyarakat.

“Terkait dengan pengembangan geopark, tahun ini kami sedang fokus menyusun dossier (penyusunan dokumen pendaftaran resmi) untuk pendaftaran Geopark Jogja menuju UNESCO Global Geopark,” jelas Nur Ikhwan.

Pewarta: Syamsuddin Hasan
Editor : Sukarli

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.