◐

Komisi AIDS Buleleng libatkan para siswa SMP ikut lomba komik digital - ANTARA News Bali

Singaraja, Bali (ANTARA) - Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kabupaten Buleleng, Bali, melibatkan 67 siswa tingkat SMP dalam lomba komik digital untuk menyalurkan kreativitas sekaligus mendorong pemanfaatan media digital secara positif.     

“Lomba ini untuk menyalurkan kreativitas anak-anak melalui digital. Latar belakangnya karena aktivitas anak-anak sekarang lebih banyak bermain di dunia digital, sehingga kami ingin menginspirasi mereka untuk berkreasi melalui media sosial,” kata Sekretaris KPA Buleleng Ni Nyoman Neli di Singaraja, Bali, Selasa.

Lomba tersebut dilaksanakan secara daring dari Ruang Buleleng Command Center (BCC) Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian dan Statistik (Kominfosanti) Kabupaten Buleleng.

Neli mengatakan lomba komik digital itu merupakan kegiatan pertama yang diselenggarakan KPA Buleleng dengan melibatkan pelajar SMP. Penilaian karya dilakukan dewan juri dari Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) Singaraja.

Menurut dia, kegiatan tersebut memberikan ruang bagi pelajar untuk mengembangkan gagasan dan kemampuan berkarya melalui media digital, sejalan dengan semakin dekatnya kehidupan generasi muda dengan teknologi dan media sosial.

Selain mendorong kreativitas, KPA Buleleng berencana memperkuat kembali peran Kelompok Siswa Peduli AIDS dan Narkoba (KSPAN) melalui komitmen bersama para kepala sekolah.

Kegiatan yang direncanakan berlangsung pada 29 Oktober 2026 tersebut diarahkan untuk mengaktifkan kembali kelompok yang telah ada sekaligus mendorong pembentukan KSPAN di masing-masing sekolah.

“Kami dari KPA bersama Kesra akan membuat komitmen bersama dengan kepala sekolah untuk membangkitkan kembali komitmen dalam membentuk KSPAN di sekolah masing-masing,” jelasnya.

Neli menilai penguatan KSPAN penting untuk meningkatkan pemahaman dan kepedulian pelajar terhadap HIV/AIDS serta bahaya penyalahgunaan narkoba.

KPA bersama unsur Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sekretariat Daerah Kabupaten Buleleng juga secara rutin melaksanakan sosialisasi ke sekolah-sekolah di setiap kecamatan dengan melibatkan perwakilan sekolah.

Melalui sosialisasi tersebut, peserta memperoleh edukasi mengenai HIV/AIDS dan bahaya penyalahgunaan narkoba yang diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan serta kesadaran generasi muda.

Neli berharap rangkaian kegiatan itu memperkuat peran sekolah dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang sehat, aman, bebas dari stigma, serta terlindungi dari penyalahgunaan narkoba.

Pewarta: Rolandus Nampu/IMBA Purnomo
Editor : Ardi Irawan

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.