Kolaborasi dosen UPK dan Poliban internasionalisasikan kerajinan kopiah jangang Margasari - ANTARA News Kalimantan Selatan
Kupiah Jangang bukan hanya kerajinan tradisional, tetapi juga memiliki nilai ekonomi yang tinggi.
Rantau (ANTARA) - Tim dosen Universitas PGRI Kalimantan (UPK) berkolaborasi dengan Politeknik Negeri Banjarmasin (Poliban) melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) bertajuk "Internasionalisasi Pemasaran Kupiah Jangang melalui Transformasi Digital dan Branding Produk Berbasis Kearifan Lokal" di Desa Margasari, Kabupaten Tapin, Kalimantan Selatan.
Program yang didanai Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Tahun Anggaran 2026 tersebut bertujuan meningkatkan daya saing kerajinan Kopiah Jangang melalui penguatan kapasitas pelaku usaha, transformasi digital, serta pengembangan strategi pemasaran menuju pasar nasional dan internasional.
Kegiatan dilaksanakan berdasarkan nomor kontrak 214/C3/DT.05.00/PM/2026 dengan kontrak turunan Nomor 95/LL11/KM/2026 dan 27/L/LPPMP/UPK/IV/2026 dengan skema Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat (PKM).
Desa Margasari dikenal sebagai sentra kerajinan Kopiah Jangang, warisan budaya masyarakat Banjar yang dibuat dari akar tumbuhan jangang (Gleichenia linearis).
Kerajinan tersebut masih diproduksi secara manual menggunakan keterampilan yang diwariskan secara turun-temurun sehingga memiliki nilai budaya sekaligus potensi ekonomi sebagai produk unggulan daerah.
Ketua tim pengabdian, Yasyir Fahmi Mubaraq, S.Pd., M.Pd., dosen Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris Universitas PGRI Kalimantan, mengatakan program tersebut merupakan upaya memperkuat daya saing produk lokal agar mampu menembus pasar yang lebih luas tanpa meninggalkan identitas budaya masyarakat setempat.
"Kupiah Jangang bukan hanya kerajinan tradisional, tetapi juga memiliki nilai ekonomi yang tinggi. Melalui transformasi digital, penguatan branding, dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia, kami ingin membantu para pengrajin agar produk ini mampu bersaing di pasar nasional bahkan internasional," ujar Yasyir.
Tim pengabdian terdiri atas Yasyir Fahmi Mubaraq, S.Pd., M.Pd. dari Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris Universitas PGRI Kalimantan sebagai ketua, Tri Winindyasari Palupi, S.Pd., M.Pd. dari Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris Universitas PGRI Kalimantan, serta Dr. Hj. Widya Ais Sahla, S.Ak., M.Sc. dari Jurusan Akuntansi Politeknik Negeri Banjarmasin.
Kolaborasi lintas perguruan tinggi tersebut mengintegrasikan keahlian di bidang bahasa Inggris, pemasaran digital, dan manajemen keuangan untuk mendukung pengembangan usaha mikro berbasis kearifan lokal.
Kegiatan dilaksanakan bersama mitra Kelompok Usaha Bersama (KUB) Hasrat Maju yang diketuai Agus Sufiannor serta melibatkan 20 Anggota pengrajin Kopiah Jangang,
Tim melaksanakan pendampingan secara langsung ke lokasi pengarajin di desa margasari pada 27 Juni, 11 dan 18 Juli, serta 1 Agustus 2026.
Rangkaian pelatihan meliputi manajemen keuangan dan akuntansi sederhana, English for Marketing, strategi pemasaran digital, serta pengelolaan media digital dan website.
Selain itu, tim mengembangkan website e-commerce WWW.RumahJangang.com sebagai media promosi dan pemasaran digital yang diserahkan kepada mitra untuk mendukung perluasan jaringan pemasaran.
"Kami sekarang lebih percaya diri memperkenalkan Kopiah Jangang dalam bahasa Inggris kepada calon pembeli dari luar negeri. Selain itu, kami juga diajarkan menggunakan website untuk memasarkan produk, mengunggah foto, menulis deskripsi produk, dan memanfaatkan media digital. Semoga dengan ilmu ini, Kopiah Jangang semakin dikenal dan penjualannya bisa menjangkau pasar internasional," ujar Defi.
Ketua KUB Hasrat Maju Agus Sufiannor mengapresiasi pendampingan yang diberikan tim dosen karena dinilai menjawab kebutuhan para pengrajin dalam menghadapi persaingan pasar yang semakin kompetitif.
"Kami tidak hanya mendapatkan pelatihan, tetapi juga memperoleh pendampingan mengenai pemasaran digital, website, dan pengelolaan usaha. Harapannya, Kopiah Jangang semakin dikenal masyarakat luas hingga ke mancanegara," katanya.
Selain pelatihan, tim juga menyerahkan berbagai sarana pendukung kepada mitra berupa modul pelatihan, alat press manual, mini studio produk, reflektor, tripod, dan perangkat pendukung pemasaran digital guna meningkatkan kualitas promosi produk.
Melalui program tersebut, Universitas PGRI Kalimantan bersama Politeknik Negeri Banjarmasin menunjukkan komitmen dalam memperkuat pemberdayaan masyarakat berbasis kolaborasi lintas perguruan tinggi dengan mengintegrasikan teknologi digital, penguatan kapasitas sumber daya manusia, serta pelestarian budaya lokal agar Kerajinan Kopiah Jangang semakin berdaya saing dan mampu menembus pasar global.
Tim pengabdian ini juga akan tetap melakukan pendampingan melalui daring untuk kelompok pengrajin untuk menjawab kendala penggunaan website, penggunaan bahasa Inggris dalam penjualan, maupun pengelolaan akuntansi sederhana sampai dengan Oktober 2026 nanti untuk memastikan keberhasilan program.
Pewarta: Firman
Editor : Sukarli
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.