Kodim Ambon kawal penyaluran 7.977 ton beras untuk 265.900 PBP - ANTARA News Ambon, Maluku

Ambon (ANTARA) - Kodim 1504/Ambon memperkuat pengawalan dan pendampingan distribusi Bantuan Pangan (Banpang) pemerintah untuk memastikan penyaluran 7.977 ton beras kepada 265.900 Penerima Bantuan Pangan (PBP) di Provinsi Maluku berjalan tepat sasaran. 

Pjs. Kasdim 1504/Ambon Letkol Inf M. Faud, dalam keterangan yang diterima di Ambon, Jumat (4/9) mengatakan keterlibatan TNI dalam program bantuan pangan merupakan upaya mendukung pemerintah untuk memastikan bantuan kepada masyarakat dapat disalurkan dengan baik, terutama di wilayah yang memiliki tantangan geografis kepulauan.

"Kami dari Kodim 1504/Ambon siap mendukung dan melakukan pendampingan agar distribusi bantuan pangan ini berjalan lancar serta diterima oleh masyarakat yang memang menjadi sasaran," kata dia.

Ia mengatakan pendampingan dilakukan melalui sinergi dengan pemerintah daerah, Perum BULOG, serta unsur TNI-Polri sehingga proses distribusi bantuan dapat berjalan tertib dan sesuai dengan data penerima.

Menurut dia, pengawalan tersebut penting mengingat bantuan pangan merupakan salah satu instrumen pemerintah untuk membantu menjaga daya beli masyarakat sekaligus memperkuat ketahanan pangan.

Berdasarkan data, bantuan pangan periode Juli, Agustus, dan September 2026 di Maluku dialokasikan kepada 265.900 PBP dengan total 7.977 ton beras.

Khusus Kota Ambon, bantuan tersebut diberikan kepada 25.383 PBP dengan total alokasi 761,49 ton beras.

Sementara itu, Kecamatan Teluk Ambon memperoleh alokasi untuk 3.538 PBP dengan total 106,14 ton beras. Adapun Desa Wayame mendapat alokasi untuk 349 PBP dengan total 10,47 ton beras.

Bantuan untuk tiga bulan tersebut disalurkan sekaligus, dengan setiap penerima memperoleh 10 kilogram beras per bulan atau total 30 kilogram untuk periode Juli hingga September.

Pola distribusi sekaligus tersebut dinilai dapat membantu efisiensi biaya pengiriman, khususnya untuk wilayah yang menghadapi kendala jarak dan kondisi geografis.

Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan sebelumnya mengatakan penyaluran bantuan tiga bulan sekaligus dilakukan untuk menghemat biaya distribusi, terutama ke wilayah yang memiliki tantangan geografis.

"Kalau dikirim satu-satu, apalagi kalau jauh, biaya distribusinya mahal. Oleh karena itu disekaliguskan, jadi Juli, Agustus, September 30 kilogram sekaligus," ujarnya.

Ia juga meminta penyaluran bantuan dipercepat menyusul sejumlah daerah mulai memasuki musim kemarau yang berpotensi memengaruhi produksi pangan dan harga komoditas.

Pewarta: Ode Dedy Lion Abdul Azis
Editor : Luqman Hakim

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.