KNPI Gorontalo Utara dukung program hilirisasi ternak ayam - ANTARA News Gorontalo
Gorontalo (ANTARA) - Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) II Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Gorontalo Utara, Provinsi Gorontalo, Yowan Sukarna mengatakan pihaknya mendukung dan mengapresiasi program hilirisasi ternak ayam di daerah itu.
"Program hilirisasi ternak ayam di daerah ini, selain menjadi program prioritas ketahanan pangan di Gorontalo maupun nasional, namun yang sangat membanggakan adalah keberhasilan pemerintah daerah dalam merealisasikannya," kata Yowan di Gorontalo Utara, Kamis.
Dampaknya tentu sangat besar, sebab akan ada pembangunan beberapa pabrik berskala besar, serta menjadi lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat lokal.
Program hilirisasi ternak ayam yang berhasil diperjuangkan Bupati Thariq Modanggu dan Wakil Bupati Nurjana Hasan Yusuf itu, dipastikan berdampak langsung pada masyarakat.
Dari target tiga ribu pekerja yang akan direkrut, ada seribu orang lebih diwajibkan direkrut dari tenaga kerja lokal.
Menariknya pula, kata Yowan, seribu lebih pekerja tersebut akan direkrut dari lulusan Sekolah Menengah Atas (SMA) dan sederajat.
"Ini tentu menjadi semangat bagi pemuda, khususnya kami KNPI sehingga sangat mengapresiasi hasil perjuangan pemerintah daerah di tingkat pusat," katanya.
Wakil Bupati Gorontalo Utara Nurjana Hasan Yusuf mengatakan telah melakukan penandatanganan perjanjian kerja sama (PKS) antara pemerintah daerah dengan PT Agriculture Global Khatulistiwa.
PKS tersebut akan ditindaklanjuti dengan pembangunan pabrik pakan di Desa Tolongio, serta rumah potong hewan khusus unggas (RPHU) dan pendingin (cold storage), serta pengalengan daging ayam di Desa Putiana.
Selain itu ada pembangunan pengandangan ayam petelur (pullet) di Desa Motihelumo. Seluruhnya ada di wilayah Kecamatan Anggrek.
"Seluruhnya pun segera dibangun pada bulan September nanti," kata Nurjana.
Pewarta: Susanti Sako
Editor : Debby H. Mano
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.