Ketum PB IPF sebut pickleball kian populer di Indonesia - ANTARA News Jawa Timur
pickleball harus menjadi olahraga yang benar-benar merakyat
Surabaya (ANTARA) - Ketua Umum Pengurus Besar Indonesia Pickleball Federation (PB IPF) Muhammad Nazaruddin menyebut olahraga pickleball kian populer di Indonesia, yang ditandai dengan bertambahnya jumlah lapangan dan penyelenggaraan turnamen di berbagai daerah.
“Pickleball ini memang lagi hit-hitnya di seluruh Indonesia,” kata Nazaruddin saat menghadiri Eastjava Pickleball Championship (EPC) Piala Gubernur Jawa Timur 2026 di Surabaya, Jawa Timur, Sabtu.
Menurut dia, PB IPF saat ini tengah memperkuat struktur organisasi hingga tingkat akar rumput, mulai dari desa, kecamatan, kabupaten, hingga provinsi yang disertai rangkaian turnamen secara bertahap.
Pembinaan di tingkat desa, kata dia, dijadwalkan melalui turnamen pada Januari-Februari 2027, tingkat kecamatan pada Maret-Mei, sedangkan tingkat kabupaten pada Juni-Agustus sebelum berlanjut ke tingkat provinsi.
Setelah rangkaian tersebut, lanjutnya, PB IPF menyiapkan lima turnamen nasional untuk menjaring dan meningkatkan kualitas atlet sebelum diarahkan mengikuti kompetisi tingkat Asia dan dunia.
Ia menambahkan pickleball telah dikenal di Indonesia sejak sekitar tujuh hingga delapan tahun lalu, tetapi perkembangannya semakin pesat dalam dua tahun terakhir.
Menurut dia, saat ini terdapat sekitar 500 lapangan pickleball di Jawa Timur, sementara di kawasan Jabodetabek jumlahnya mencapai sekitar 425 lapangan.
Selain pembinaan domestik, PB IPF juga mengundang pemain internasional dalam sejumlah kejuaraan di Indonesia untuk memberikan pengalaman kepada atlet nasional sekaligus meningkatkan kemampuan mereka melalui persaingan dengan pemain dari negara lain.
“Harapannya ke depan, pickleball harus menjadi olahraga yang benar-benar merakyat, sekaligus meningkatkan kesehatan masyarakat dan melahirkan atlet berprestasi hingga tingkat internasional,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Pengprov IPF Jawa Timur Syaqif Constantin Arsalan mengatakan EPC Piala Gubernur Jatim 2026 diikuti 850 peserta dari Indonesia dan sejumlah negara, seperti Australia, Prancis, Belanda, China, serta Rusia.
“Kejuaraan ini mempertandingkan 17 kategori dengan total hadiah mencapai Rp120 juta,” katanya.
Menurut dia, kehadiran peserta dari berbagai negara menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas kompetisi sekaligus memberikan pengalaman bagi atlet Indonesia untuk bersaing dengan pemain internasional.
Di sisi lain, lanjutnya, perkembangan pickleball di Jawa Timur juga didukung dengan struktur organisasi dan infrastruktur yang telah terbentuk.
Ia mengatakan kepengurusan IPF telah terbentuk di 38 kabupaten/kota, sementara setiap pemerintah kabupaten/kota telah memiliki sedikitnya empat lapangan pickleball.
“Ini bukan olahraga fomo karena kita membangun dari grassroot, prestasi, industrialisasi, baru publis,” tuturnya.
Pewarta: Naufal Ammar Imaduddin
Editor : Vicki Febrianto
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.