Ketua DPD: Investasi harus dikawal agaruntungkan masyarakat daerah - ANTARA News Ambon, Maluku

Jakarta (ANTARA) - Ketua DPD RI Sultan Bachtiar Najamudin mengatakan investasi yang masuk ke Indonesia harus dikawal secara bersama-sama agar nilainya tidak hanya menguntungkan para investor, tetapi juga dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat daerah.

Sultan menyampaikan hal itu dalam konferensi pers usai Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR-DPD Tahun 2026 di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat, menanggapi pidato kenegaraan Presiden Prabowo Subianto.

"Pengawasan kami juga memberi catatan bahwa masih juga banyak investasi yang harus ke depan betul-betul dikawal bersama agar investasi tersebut bukan hanya menguntungkan para investor, tetapi juga memastikan agar masyarakat daerah bisa bekerja," kata dia.

Lebih lanjut, Sultan mengatakan daerah, khususnya tempat yang menjadi lokasi investasi, harus berkembang menjadi lebih maju dan sejahtera.

Berdasarkan pemantauan DPD, dia mengamini pernyataan Presiden dalam pidatonya. Menurut dia, kepemimpinan Presiden Prabowo membuahkan pertumbuhan di berbagai sektor.

"Kami melihat bahwa pertumbuhan kita cukup konsisten, kemudian ada angkatan kerja atau pengangguran yang berkurang, ya, pasti konsekuensinya kan banyak orang-orang yang bekerja," katanya.

Kendati demikian, Sultan mengingatkan fenomena pemutusan hubungan kerja (PHK) masih tidak dapat dimungkiri. Selaku senator, dia juga mengingatkan pemerintah untuk terus mengupayakan agar PHK tidak terjadi dalam jumlah masif.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menyatakan realisasi investasi Indonesia pada 2025 mencapai Rp1.931 triliun dan menciptakan lebih dari 2,7 juta lapangan kerja.

Menurut Presiden, angka tersebut menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap menunjukkan pertumbuhan di tengah konflik geopolitik serta perang dagang.

"Alhamdulillah, karena kerja keras kita, karena kepercayaan rakyat kepada pemerintah, di tengah ketidakpastian global, investasi tetap tumbuh. Sepanjang 2025, realisasi investasi mencapai Rp1.931 triliun dan telah menciptakan lebih dari 2,7 juta lapangan kerja," ujar Presiden Prabowo saat berpidato dalam Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR-DPD Tahun 2026.

Ia juga menyampaikan realisasi investasi Indonesia hingga semester pertama 2026 telah mencapai Rp1.010 triliun dengan penciptaan lebih dari 1,4 juta lapangan kerja.

Pertumbuhan ekonomi pada kuartal pertama tahun 2026 tumbuh 5,61 persen, dan pada semester pertama tahun 2026 tumbuh 5,45 persen.

"Ini adalah pertumbuhan kuartal pertama dan pertumbuhan semester pertama tertinggi dalam 13 tahun terakhir ini," kata Presiden.

Prabowo optimistis dengan kebijakan yang tepat dan rasional maka pertumbuhan ekonomi hingga akhir tahun bisa mencapai angka 6 persen.

"Dengan kebijakan-kebijakan yang tepat, yang rasional, yang menggunakan akal sehat, saya yakin pertumbuhan ekonomi kita di akhir tahun ini bisa mencapai angka 6 persen," katanya.

Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Ketua DPD: Investasi harus dikawal agar untungkan masyarakat daerah

Pewarta: Fath Putra Mulya
Uploader : Moh Ponting

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.