Kemkomdigi sebut empat faktor kunci bangun kedaulatan AI nasional - ANTARA News Bangka Belitung
Jakarta (ANTARA) - Direktur Jenderal Teknologi Pemerintah Digital Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) Mira Tayyiba menyebutkan empat faktor kunci yang saling terkait untuk membangun fondasi kedaulatan kecerdasan artifisial (AI) nasional.
Mira mengatakan membangun ekosistem AI ibarat membangun sebuah rumah yang kokoh. Ekosistem AI membutuhkan lebih dari sekadar regulasi sebagai pagar pengaman, tetapi juga kemampuan fondasi yang kuat.
"Regulasi-regulasi ini merupakan pagar pengaman, namun pagar saja tidak cukup. Di dalamnya kita juga harus membangun rumah yang kokoh. Rumah itu bertumpu pada beberapa kemampuan yang saling terkait," kata Mira dalam acara Peruri Digital Summit di Jakarta, Rabu.
Faktor pertama adalah kapasitas talenta dan riset. Merujuk pada temuan BRIN tahun 2024, belanja riset nasional baru mencapai 0,23 persen dari PDB dengan jumlah sumber daya manusia IPTEK sebanyak 398.000 orang.
"Kita memerlukan peneliti, insinyur, ahli keamanan siber, aparatur publik yang memahami AI," ujarnya.
Guna mengejar ketertinggalan, Mira menyebut setiap kemitraan teknologi perlu membuka ruang riset bersama, transfer pengetahuan, dan pengembangan talenta ahli lokal.
Faktor kedua adalah data berkualitas dan tata kelola data yang kuat. Mira menegaskan bahwa AI tidak akan bekerja optimal di atas data yang keliru atau terfragmentasi.
Oleh karena itu, diperlukan pergeseran pendekatan dari sekadar mengumpulkan data ke satu tempat, menjadi kemampuan berbagi pakai data antarinstansi melalui mekanisme interoperabilitas yang aman, terstandar, dan dapat diaudit.
"Data tidak harus selalu berpindah tempat agar manfaatnya dapat bergerak lintas lembaga," katanya.
Faktor ketiga yakni penguatan kapasitas komputasi dan pusat data. Saat ini total kapasitas pusat data di Indonesia baru mencapai 465-600 megawatt, tertinggal jauh dari negara-negara tetangga.
Meski mendorong peningkatan investasi infrastruktur, Mira mengingatkan kedaulatan bukan sekadar soal lokasi fisik server, tetapi juga kendali penuh atas akses, keamanan, dan keberlangsungan operasional layanan secara berkelanjutan.
"Di tengah krisis iklim dan sumber daya alam yang semakin genting, perencanaan pembangunan maupun operasional infrastruktur juga harus mengedepankan prinsip-prinsip keberlanjutan sehingga pemanfaatan energi menjadi efisien," ucap Mira.
Faktor keempat adalah pembangunan ekosistem inovasi nasional yang bertumpu pada kolaborasi seluruh pihak terkait.
Kerja sama antara pemerintah, lembaga riset, industri lokal, dan mitra global harus dibarengi desain tata kelola yang baik guna menghindari tumpang tindih anggaran dan kewenangan.
Mira menegaskan kolaborasi antarlembaga harus menghasilkan integrasi nyata demi kemudahan layanan masyarakat.
"Tantangannya adalah bagaimana kita bekerja sama tanpa kehilangan kendali, sekaligus membangun kemampuan sendiri tanpa menutup diri dari kemajuan dunia," ujarnya.
Pewarta: Farhan Arda Nugraha
Uploader : Rustam Effendi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.