◐

Kementerian Kebudayaan promosikan batik agar makin dikenal dunia

Jakarta (ANTARA) - Menteri Kebudayaan Fadli Zon mengatakan bahwa pihaknya senantiasa mendukung keberadaan batik lewat promosi dan fasilitasi pendaftaran kekayaan intelektual komunal.

"Kita memfasilitasi misalnya yang kita fasilitasi beberapa waktu lalu itu batik Walang Kekek dari Ibu Waljinah itu kita bantu pendaftarannya (kekayaan intelektual)," ujar Fadli di Jakarta, Kamis.

Ia juga mengatakan bahwa pihaknya juga mendorong agar variasi batik yang dimiliki Indonesia dapat terlindungi lewat secara hak kekayaan intelektual, terlebih batik telah masuk dalam warisan budaya takbenda atau intangible cultural heritage UNESCO.

Baca juga: Dekranasda Jayapura perkenalkan batik Port Numbay di ajang Kriyanusa

Baca juga: Kementerian Pariwisata ingin batik jadi bagian wisata pengalaman

"Yang kita lakukan adalah mempromosikan, mengembangkan, kemudian tentu saja memanfaatkan semaksimal mungkin," tambahnya.

Menurutnya, perkembangan batik saat ini juga telah menunjukkan perkembangan positif, yakni ekosistem batik telah tumbuh dan dikenakan oleh masyarakat Indonesia dalam berbagai kesempatan.

"Sekarang hampir semua orang Indonesia pasti punya batik dan tiap hari ada saja dimana-mana pakai batik itu artinya ekosistem batik sudah tumbuh dan berjalan secara berkelanjutan menjadi industri mulai dari yang seni, sampai yang industri itu sudah berjalan kita harapkan ini yang harus kita jaga dan kita rawat bersama dan kita harapkan batik ini mendunia," ujarnya.

Lebih jauh, dari sisi promosi pihaknya juga telah mendukung berbagai komunitas yang diinisiasi Kementerian Kebudayaan untuk mempromosikan batik, termasuk inisiasi Museum Batik yang berada di bawah naungan Badan Layanan Umum Museum dan Cagar Budaya yang menjadi kepanjangan tangan Kementerian Kebudayaan.

Upaya ini dilakukan agar corak-corak motif batik makin dikenal dan makin dikenal dunia.

"Harapannya ya batik akan terus mendunia, kita berharap masyarakat internasional bisa apresiasi keberadaan batik sehingga ini tentu akan menciptakan juga lapangan kerja yang lebih luas di dalam negeri dan ekosistemnya yang semakin kondusif," tutupnya.

Baca juga: Wamenperin: Hari Batik momen pacu regenerasi demi keberlanjutan

Baca juga: Hari Batik, tim musikal "Home Sweet Loan" semakin dekat dengan wastra

Baca juga: Kementerian Pariwisata dorong penyediaan paket layanan wisata batik

Pewarta: Sinta Ambarwati
Editor: Maria Rosari Dwi Putri
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.