Kementerian Kebudayaan akan revitalisasi 200 museum dan cagar budaya
Kementerian Kebudayaan akan revitalisasi 200 museum dan cagar budaya
Kamis, 6 Agustus 2026 06:26 WIB
Menteri Kebudayaan Fadli Zon memberikan sambutan saat menghadiri acara Penyerahan Surat Keputusan Menteri Kebudayaan mengenai Penunjukan Pelaksana Pengelolaan Kawasan Cagar Budaya Keraton Kasunanan Surakarta di Solo, Jawa Tengah, Minggu (18/1/2026). Kementerian Kebudayaan menunjuk sementara Kanjeng Gusti Pangeran Harya Panembahan Agung (KGPHPA) Tedjowulan sebagai pelaksana tugas Pelindungan dan pengelolaan kawasan Cagar Budaya Karaton di tengah konflik internal keluarga keraton terkait suksesi penerus raja di Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat. ANTARA FOTO/Mohammad Ayudha/rwa. (ANTARA FOTO/MOHAMMAD AYUDHA)
Jakarta (ANTARA) - Menteri Kebudayaan Fadli Zon mengatakan bahwa pada tahun ini pihaknya akan merevitalisasi hampir 200 museum dan cagar budaya di Indonesia.
"Ini sudah kita breakdown, ada sekitar hampir 200 yang tahun ini akan kita revitalisasi. Yang mulai dari museum, keraton yang besar-besar itu seperti Istana Mainun, Keraton Solo, dan sejumlah keraton lagi di Kalimantan, Sulawesi," kata Fadli dalam bincang santai yang digelar di Jakarta, Rabu.
Ia mengatakan bahwa museum-museum di provinsi menjadi salah satu poin yang ia soroti, terutama berkaitan dengan tata pamer.
"Karena banyak di museum provinsi saya lihat artefaknya bagus tapi tata pamernya kurang," katanya.
Upaya tersebut perlu dilakukan agar citra museum menjadi kian menarik untuk dikunjungi generasi muda sehingga menjadi medium yang tepat sebagai sarana edukasi modern, menarik dan nyaman.
Tata pamer yang tepat juga diperlukan agar museum sebagai pusat pelestarian budaya dan sejarah kian optimal.
Ia lantas mengapresiasi salah satu kepala daerah yakni Gubernur Sulawesi Utara yang fokus terhadap revitalisasi museum provinsi.
"Saya harus catat misalnya gubernur Sulawesi Utara itu luar biasa mengalokasikan anggaran APBD-nya untuk revitalisasi museum provinsi Sulawesi Utara. (anggaran) Rp15 miliar kalau tidak salah, dan sekarang jadi bagus dan pengunjungnya juga luar biasa," katanya lagi.
Meski demikian, masih banyak gubernur wilayah lain yang kurang peduli pada museum provinsi atau taman budaya yang bisa dimanfaatkan sebagai sarana edukasi sekaligus wisata berbasis budaya dan sejarah.
"Padahal museum provinsi dan taman budaya ini mendapat dana alokasi khusus dari pemerintahan kebudayaan. Nilainya Rp1 sampai Rp3 miliar (per tahun)," katanya.
Karenanya ia berharap kepala daerah di Indonesia dapat meningkatkan pemahaman dan mampu memanfaatkan DAK tersebut untuk revitalisasi museum provinsi hingga taman budaya.
"Ini yang saya kira perlu kita koreksi terutama dari para gubernur yang masih kurang peduli terhadap pemajuan kebudayaan. Kadang-kadang dianggarkan yang bisa dapat laporan tetapi setelah dianggarkan anggarannya dibelokkan untuk keperluan yang lain. Jadi bukan untuk keperluan kebijakan museum itu atau taman budaya itu. Padahal kita tahu bahwa museum taman budaya ini salah satu pusat kegiatan yang sangat penting di daerah untuk kemajuan kebudayaan setempat," pungkasnya.