Kementerian ESDM: B50 melewati uji tambang 1.000 jam - ANTARA News Kalimantan Selatan
Jakarta (ANTARA) - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (KemenESDM) menyatakan bahwa B50 atau biosolar telah melewati uji tambang mencapai 1.000 jam dan hasilnya semua dalam keadaan baik.
"Uji tambang juga kita lakukan 1.000 jam. Dari durasi durability ketahanan itu sampai dengan 1.000 jam," kata Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE), ESDM Eniya Listiani Dewi di Jakarta, Selasa.
Menurut dia, pengujian B50 dilakukan di tiga perusahaan berbeda dan hasilnya tidak ada kendala apa pun yang dialami selama pengujian tersebut.
Tidak hanya itu, kata Eniya, pengujian tambang juga berlangsung selama enam bulan secara intensif, dan selama itu hasilnya baik.
"Ini sudah melewati batas uji yang diperlukan. Jadi kami pastikan bahwa di tambang pun aman. Dan ini yang dibuktikan sendiri oleh pengusaha tambang di tiga lokasi," ujarnya.
Eniya menjelaskan pada uji tambang tersebut filter mesin yang biasanya harus diganti pada durasi 250 jam dapat bertahan hingga 500 jam.
Sebelum mandatori B50 diterapkan secara luas, kata dia, Kementerian ESDM telah melakukan pengujian untuk sejumlah kendaraan, baik pribadi, umum, tambang maupun mesin pembangkit.
Ia menegaskan bahwa selama pengujian dilakukan dengan terbuka, bahkan menggandeng semua pihak yang berkepentingan dalam penerapan B50.
Eniya menjelaskan dari hasil pengujian di beberapa mobil hingga 50 ribu kilometer, bahkan untuk mobil dengan keluaran produksi lama pun dapat mencapai 37 ribu kilometer, yang semuanya dalam kondisi aman.
"Kita melakukan hingga 50 ribu kilometer dan beberapa mobil itu dengan spec yang tidak terlalu baru mencapai 37 ribu kilometer baru diganti filter yang biasanya ganti 10 ribu kilometer," ujarnya.,
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: ESDM sebut pengujian B50 telah uji tambang selama 1.000 jam
Pewarta: Khaerul Izan
Editor : Imam Hanafi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.