Kemenperin perkuat produksi industri elektronika pacu daya saing
Kemenperin perkuat produksi industri elektronika pacu daya saing
Jumat, 11 September 2026 08:48 WIB
Wakil Menteri Perindustrian Faisol Riza menyampaikan sambutan pada acara Pencapaian Produksi 3 Juta Unit dan Peresmian Pabrik Midea Indonesia di Bekasi, Jawa Barat, Rabu (9/9/2026) (ANTARA/HO-Kemenperin)
Jakarta (ANTARA) - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) memperkuat pengembangan industri elektronika nasional melalui peningkatan kapasitas produksi, penguatan rantai pasok, serta pengembangan fasilitas manufaktur guna mendorong daya saing industri dalam negeri.
Wakil Menteri Perindustrian (Wamenperin) Faisol Riza menyampaikan, penguatan industri elektronika menjadi penting dalam menjaga ketahanan manufaktur nasional di tengah dinamika ekonomi global.
Upaya tersebut menurutnya dalam pernyataan dikonfirmasi di Jakarta, Jumat, sejalan dengan pertumbuhan sektor industri barang logam, komputer, barang elektronik, optik, dan peralatan listrik yang mencapai 9,20 persen pada triwulan II 2026.
Faisol menjelaskan, pertumbuhan kelompok industri barang logam, komputer, barang elektronik, optik, dan peralatan listrik sebesar 9,20 persen pada Triwulan II 2026 menunjukkan peran strategis sektor tersebut dalam struktur manufaktur nasional.
Menurutnya, penguatan industri elektronika juga terlihat dari kinerja perdagangan sejumlah produk. Pada periode yang sama, komoditas air conditioner (AC) misalnya, mencatat surplus neraca perdagangan sebesar 103,70 juta dolar AS, sedangkan refrigerator membukukan surplus 96,39 juta dolar AS.
Namun, sektor mesin cuci masih mengalami defisit neraca perdagangan sekitar 100 juta dolar AS. Kondisi tersebut menunjukkan masih adanya peluang besar untuk terus meningkatkan kapasitas produksi domestik dan memperkuat ekosistem industri dalam negeri.
“Penguatan produksi domestik perlu berjalan seiring dengan pengembangan ekosistem industri yang lebih luas. Hal tersebut mencakup keterhubungan rantai pasok, peningkatan penggunaan komponen dalam negeri, pengembangan sumber daya manusia, serta penguasaan teknologi dan inovasi,” katanya.
Adapun dirinya pada 9 September mengapresiasi komitmen Midea dan PT Jaya Refrigeration Equipment dalam mengembangkan investasi serta memperluas kegiatan produksi di Indonesia yang tercermin dari pencapaian produksi 3 juta unit.
Saat ini, Midea Electronics Indonesia telah membangun berbagai fasilitas industri di kawasan Cikarang dan Karawang melalui PT Jaya Refrigeration Equipment. Fasilitas tersebut memproduksi berbagai produk home appliances, seperti AC, mesin cuci, refrigerator, dan freezer.
Pada kesempatan tersebut, Midea mencatatkan pencapaian produksi tiga juta unit produk sekaligus meresmikan pabrik untuk produk AC dan refrigerator. Produksi tersebut terdiri atas 2,25 juta unit AC, satu juta unit refrigerator, dan 367.500 unit mesin cuci.
Selain memenuhi kebutuhan pasar domestik, Midea Electronics Indonesia juga terus mengembangkan kegiatan ekspor. Hingga tahun 2026, perusahaan tercatat telah mengekspor 2 juta unit produk ke kawasan ASEAN dan Amerika Utara.
Faisol menambahkan, pengembangan fasilitas manufaktur Midea di Indonesia diharapkan memberikan dampak yang lebih luas terhadap ekosistem industri nasional.
Selain meningkatkan kapasitas produksi, keberadaan fasilitas tersebut dinilai mampu memperkuat rantai pasok, meningkatkan penggunaan komponen dalam negeri, mengembangkan kompetensi tenaga kerja, serta memperluas penerapan teknologi dan inovasi.
Kemenperin, lanjutnya, berkomitmen menciptakan iklim usaha yang kondusif melalui berbagai instrumen kebijakan, di antaranya penerapan Standar Nasional Indonesia (SNI) wajib dan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN).
Kebijakan tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga kualitas produk, memperkuat struktur industri, serta meningkatkan nilai tambah kegiatan manufaktur di Indonesia.
Pewarta : Ahmad Muzdaffar Fauzan
Editor:
Andriy Karantiti
COPYRIGHT © ANTARA 2026