Kemenpar Dorong Agen Travel Ciptakan Paket Wisata Batik Berbasis Pengalaman |Republika Online
Kementerian Pariwisata dorong penyediaan paket layanan wisata batik.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA, – Kementerian Pariwisata (Kemenpar) mendorong para pelaku usaha pariwisata, termasuk agen perjalanan dan operator tur, untuk menyediakan paket layanan wisata batik. Langkah ini diambil guna memenuhi minat wisatawan yang kini menyukai kegiatan wisata berbasis pengalaman mengesankan.
Deputi Bidang Pemasaran Kementerian Pariwisata, Ni Made Ayu Marthini, saat dihubungi dari Jakarta pada Rabu, menyampaikan bahwa wisatawan masa kini tidak hanya ingin melihat, tetapi juga merasakan langsung proses budaya lokal.
Menurut Made, paket layanan pariwisata seperti lokakarya singkat membatik selama dua jam atau tur setengah hari ke pusat produksi batik akan sangat menarik. Paket yang mencakup kegiatan membatik secara langsung ini dinilai mampu memberikan pengalaman budaya yang otentik.
Lebih lanjut, penyelenggara layanan wisata juga didorong untuk menawarkan pengalaman tinggal beberapa hari di daerah sentra batik. Program ini harus melibatkan para perajin batik lokal secara langsung.
Made menekankan bahwa pengenalan dan promosi batik bisa disampaikan secara efektif kepada para wisatawan yang menggunakan layanan wisata pengalaman semacam itu. "Wisatawan yang paham filosofi akan lebih menghargai harga batik tulis," katanya.
Rekomendasi Destinasi Wisata Batik
Kementerian Pariwisata merekomendasikan beberapa daerah sebagai tujuan utama wisata batik. Daerah-daerah tersebut meliputi Pekalongan, Solo, Sragen, Yogyakarta, Cirebon, Madura, dan Jambi.
Made menggambarkan potensi wisata di kampung-kampung batik. "Wisatawan bisa diajak jalan kaki pelan menyusuri gang kampung, masuk ke rumah perajin satu per satu, lihat canting, pewarnaan, jemuran," jelasnya.
Layanan wisata yang mendalam seperti ini diyakini akan membuat wisatawan tinggal lebih lama di kampung. Dampak ekonominya pun langsung terasa karena wisatawan cenderung lebih banyak membeli produk dari perajin setempat.
Konten ini diolah dengan bantuan AI.
sumber : antara