Kemenkum dampingi Morowali siapkan pendaftaran Indikasi Geografis Kopi Buleleng

Kemenkum dampingi Morowali siapkan pendaftaran Indikasi Geografis Kopi Buleleng

Sabtu, 12 September 2026 11:32 WIB

Image Print

Kepala Kanwil Kemenkum Sulteng Rakhmat Renaldy. ANTARA/HO-Humas Kanwil Kemenkum Sulteng

Palu (ANTARA) - Kantor Wilayah Kementerian Hukum (Kemenkum) Sulawesi Tengah (Sulteng) mendampingi Pemerintah Kabupaten Morowali dalam menyiapkan pendaftaran Indikasi Geografis (IG) Kopi Buleleng.

“Kopi Buleleng memiliki potensi yang besar untuk dikembangkan sebagai produk khas Morowali. Karena itu, kami siap mendampingi pemerintah daerah dan masyarakat dalam setiap tahapan menuju pendaftaran Indikasi Geografis, sehingga potensi yang dimiliki tidak hanya dikenal, tetapi juga mendapatkan perlindungan hukum dan memberikan nilai tambah bagi masyarakat,” kata Kepala Kanwil Kemenkum Sulteng Rakhmat Renaldy di Palu, Sabtu.

Ia mengatakan perlindungan kekayaan intelektual Indikasi Geografis bukan sekadar pemberian label terhadap suatu produk, tetapi merupakan upaya menjaga reputasi, kualitas, karakteristik, sekaligus meningkatkan nilai ekonomi produk yang lahir dari kekhasan suatu wilayah.

Untuk itu, pihaknya melakukan koordinasi dan pendampingan awal bersama Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Morowali untuk membahas kesiapan serta langkah strategis menuju pendaftaran IG Kopi Buleleng.

Dalam koordinasi tersebut, Kemenkum Sulteng memberikan pemahaman terkait konsep IG, persyaratan, tahapan pendaftaran, hingga manfaat perlindungan bagi produk yang memiliki kekhasan dan keterkaitan dengan wilayah geografis tertentu.

Kakanwil menjelaskan dari hasil pembahasan diketahui sejumlah persiapan awal telah dilakukan, termasuk pembentukan Masyarakat Perlindungan Indikasi Geografis (MPIG) dan sosialisasi kepada masyarakat.

Namun, masih diperlukan penguatan kelembagaan serta pemenuhan sejumlah persyaratan teknis dan dukungan pembiayaan sebelum proses pendaftaran dilakukan.

Kopi Buleleng yang berasal dari kawasan sekitar perbatasan Sulteng dan Sulawesi Tenggara itu juga memiliki potensi pasar yang cukup besar.

Menurut dia, produk tersebut telah diperkenalkan hingga Uzbekistan dengan permintaan sekitar 20 ton per bulan, sementara kapasitas pasokan saat ini belum mampu memenuhi seluruh kebutuhan pasar.

Pemerintah Kabupaten Morowali juga telah menyiapkan rumah produksi dan rumah pembibitan sebagai bagian dari upaya pengembangan komoditas Kopi Buleleng.

Dari sisi karakteristik, Kopi Buleleng telah melalui pengujian fisik dan uji rasa dengan salah satu karakter rasa yang teridentifikasi berupa nutty.

Renaldy mengatakan pengujian laboratorium lebih lanjut akan dilakukan untuk mengidentifikasi dan memvalidasi karakteristik khas serta faktor pembeda yang berkaitan dengan kondisi geografis wilayah penghasil.

Ia menuturkan data mengenai kondisi geografis, proses produksi, karakteristik rasa, dan faktor lingkungan menjadi bagian penting dalam penyusunan dokumen deskripsi IG.

“Pendampingan akan kami lakukan secara bertahap, mulai dari penguatan MPIG, penyusunan dokumen deskripsi, pengujian karakteristik produk, pembahasan pelabelan, hingga persiapan pengajuan,” ujarnya.

Ia mengatakan Kemenkum Sulteng bersama Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Morowali akan meningkatkan koordinasi pada Oktober-November 2026 untuk memfinalisasi dokumen deskripsi, memperkuat kelembagaan MPIG, melakukan pengujian karakteristik produk, membahas pelabelan, serta mempersiapkan dukungan pembiayaan.

Untuk itu, Kakanwil menegaskan Kemenkum Sulteng menyatakan siap terus mendampingi proses tersebut hingga permohonan diajukan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Pewarta : Nur Amalia Amir
Editor: Muhammad Zulfikar
COPYRIGHT © ANTARA 2026