◐

Kemenkes: Integrasi layanan posyandu dan kebun pangan perkuat gizi 1.000 HPK

Jakarta (ANTARA) - Kementerian Kesehatan menyatakan integrasi pelayanan posyandu dengan Kebun Pangan Perempuan di Hargobinangun, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta menjadi upaya menekan angka stunting dan memenuhi kebutuhan gizi ibu hamil serta balita yang terus diperkuat di tingkat desa.

Direktur Pelayanan Kesehatan Keluarga Kemenkes dr Lovely Daisy dalam keterangan di Jakarta, Jumat, menjelaskan bahwa keberadaan kebun pangan ini melengkapi konsep posyandu integrasi siklus hidup yang diterapkan Kemenkes di Hargobinangun. Pelayanan tersebut mencakup ibu hamil, bayi, balita, remaja, dewasa, hingga lanjut usia.

Lovely menegaskan pentingnya intervensi gizi pada periode 1.000 HPK mengingat perkembangan otak anak berlangsung sangat pesat sejak dalam kandungan hingga berusia dua tahun. Sekitar 85 persen perkembangan otak terjadi pada rentang usia tersebut.

“Oleh karena itu, kesehatan ibu dan pemenuhan gizi anak perlu dijaga sejak masa kehamilan. Pemantauan tumbuh kembang rutin tiap bulan melalui buku KIA dan penyuluhan kepada orang tua menjadi sangat krusial,” katanya.

Baca juga: Posyandu-BGN kerja sama edukasi dan distribusi MBG 3B

Program yang digagas melalui skema Desa BRILiaN 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) ini meresmikan gedung baru Posyandu Lili sekaligus area kebun pangan terpadu untuk mendukung ketersediaan Makanan Tambahan (PMT) bergizi berbasis pangan lokal.

Dalam keterangan yang sama, Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Veronica Tan menekankan bahwa perempuan memegang peranan krusial dalam menjaga ketahanan pangan keluarga.

“Perempuan memiliki peran penting dalam membangun ketahanan pangan sekaligus memastikan kebutuhan gizi ibu dan anak terpenuhi. Kebun Pangan Perempuan ini perlu dikembangkan bukan hanya sebagai sumber pangan lokal, tetapi juga ruang bagi perempuan untuk berpartisipasi, saling menguatkan, mengembangkan keterampilan, dan membuka peluang ekonomi,” katanya Veronica.

Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Soeharto menyampaikan bahwa pemenuhan gizi ibu dan anak memerlukan dukungan pelayanan kesehatan yang berkelanjutan serta ketersediaan bahan pangan sehat di tingkat keluarga.

Baca juga: Tim Ekspedisi Patriot latih kader posyandu dampingi ibu hamil di Papua

“Penguatan program 1.000 HPK dan posyandu menjadi langkah penting dalam meningkatkan kesehatan ibu dan anak. Dukungan terhadap Kebun Pangan Perempuan juga diharapkan dapat mengoptimalkan pemanfaatan pangan lokal untuk pemenuhan gizi masyarakat melalui PMT, sekaligus memberdayakan kader posyandu dan kelompok wanita tani,” ujarnya.

Kehadiran gedung baru posyandu dan kebun pangan ini pun disambut hangat oleh para kader di lapangan. Fatimah, kader posyandu setempat menyampaikan rasa bahagianya atas dukungan infrastruktur dan fasilitas baru tersebut.

“Kami sangat senang dan bahagia, terlebih kami mendapatkan gedung baru untuk pelayanan posyandu. Ini tentu menambah semangat kader-kader kami dan meningkatkan kualitas pelayanan posyandu yang ada,” ungkap Fatimah.

Dia berharap keberlanjutan program Desa BRILiaN 1.000 HPK dapat memperkuat semangat para kader dalam mengawal kesehatan masyarakat demi terwujudnya generasi sehat menuju Indonesia Emas 2045.

Baca juga: Kementrans bantu kader Posyandu di Manokwari bangun usaha camilan

Pewarta: Mecca Yumna Ning Prisie
Editor: Riza Mulyadi
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.