Kemenhub menurunkan KN Grantin P.211 untuk cari korban KMP Virgo Transport 8 - ANTARA News Jawa Barat

Jakarta (ANTARA) - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mengerahkan Kapal Negara Patroli KN Grantin P. 211 untuk memperkuat operasi SAR pencarian korban KMP Virgo Transport 8 di  Laut Jawa.

Dalam mengoptimalkan pencarian, Direktorat Jenderal (Ditjen) Perhubungan Laut Kemenhub melalui Pangkalan Penjagaan Laut dan Pantai (PLP) Kelas II Tanjung Perak mengerahkan Kapal Negara Patroli KN Grantin P. 211 menuju lokasi pencarian.

“KN. Grantin berangkat pukul 07.00 WIB membawa 16 personel terdiri dari ABK dan tim penyelam dengan kualifikasi scuba, dengan perkiraan tiba di lokasi pada waktu 00.00 dini hari. Kapal ini juga dilengkapi peralatan selam, kantong jenazah, serta obat-obatan dan logistik,” kata Direktur Jenderal Perhubungan Laut Kemenhub Muhammad Masyhud di Jakarta, Kamis.

Ia mengatakan memasuki hari kelima operasi pencarian dan pertolongan (SAR) kecelakaan KM Virgo Transport 8 di Laut Jawa, Tim SAR Gabungan terus memperluas area pencarian dan menambah unsur laut untuk mempercepat penemuan korban dengan menjangkau titik-titik yang sebelumnya belum tersisir.

Sampai saat ini, dari total 243 orang dalam manifes, 114 orang telah ditemukan (108 selamat, enam meninggal dunia), sementara 129 orang masih dalam pencarian.

Kemenhub memprioritaskan tiga hal dalam penanganan musibah tersebut, yaitu pencarian dan pertolongan korban, pendampingan keluarga korban (informasi resmi, layanan kesehatan, dan hak-hak lain termasuk santunan asuransi), serta mendukung proses investigasi yang dilakukan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).

Ia menambahkan pemerintah sudah menjalankan mekanisme pemeriksaan dan sertifikasi keselamatan, mulai dari pengedokan, pemeriksaan klas, pemeriksaan mandiri oleh perusahaan dan awak kapal, uji petik kapal penumpang, pengawasan pemuatan, pemantauan cuaca, hingga verifikasi sebelum penerbitan Surat Persetujuan Berlayar (SPB).

"Semua itu harus dinilai dari kualitas pelaksanaan dan penyelesaian temuannya di lapangan, bukan hanya dari keberadaan dokumen,” kata Masyhud.

Masyhud menjelaskan Ditjen Perhubungan Laut juga telah menerbitkan Surat Imbauan Nomor UM.006/29/17/DJPL/2026 terkait Kewaspadaan Kondisi Cuaca Buruk di Laut untuk syahbandar, nakhoda, operator kapal, pemilik kapal dan pemangku kepentingan lainnya.

Surat tersebut berisikan beberapa poin, antara lain mewajibkan nakhoda untuk terus memantau perkembangan cuaca, menggunakan perangkat navigasi guna mendeteksi perubahan kondisi, memilih atau mengubah rute ke arah yang lebih aman, mengamankan muatan dan peralatan agar tidak bergeser, serta segera melapor kepada syahbandar terdekat apabila terjadi kondisi darurat.

“Apabila kapal telah berlayar namun cuaca memburuk, kapal dapat berlindung ke perairan yang tenang atau ke pelabuhan terdekat, dan tidak memaksakan diri untuk terus berlayar. Nakhoda wajib mengambil tindakan untuk menjaga keselamatan kapal, awak, penumpang, dan muatan,” kata Masyhud menegaskan.

Ia juga menegaskan komitmen Ditjen Perhubungan Laut untuk terus mendukung penuh operasi SAR gabungan hingga seluruh korban ditemukan, dan mengimbau keluarga korban memantau informasi resmi melalui posko gabungan di Pelabuhan Trisakti, Banjarmasin, dan Kantor SAR Kelas A Banjarmasin.

Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Kemenhub kerahkan KN Grantin P.211 cari korban KMP Virgo Transport 8

Pewarta: Muhammad Harianto
Editor : Ricky Prayoga

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.