Kemenhub dan DGAC Prancis perkuat keselamatan penerbangan sipil

Memasuki 2026, kerja sama ini masuk fase baru dengan fokus membangun sustainable oversight system.

Jakarta (ANTARA) - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memperkuat pengawasan keselamatan penerbangan sipil melalui kerja sama teknis dengan otoritas penerbangan sipil (Direction Générale de l'Aviation Civile/DGAC) Prancis, guna membangun sistem pengawasan berkelanjutan yang memenuhi standar internasional.

Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub Lukman F Laisa mengatakan kerja sama penerbangan sipil Indonesia dan Prancis sudah berjalan sejak 2019 melalui technical cooperation agreement (TCA), mulai dari pengembangan kompetensi inspektur, standardisasi, hingga manajemen mutu.

"Memasuki 2026, kerja sama ini masuk fase baru dengan fokus membangun sustainable oversight system," kata Lukman terkonfirmasi di Jakarta, Sabtu.

Adapun Direktorat Jenderal Perhubungan Udara (Ditjen Hubud) Kementerian Perhubungan menggelar 11th Steering Committee Meeting Kerja Sama Teknis Penerbangan Sipil antara Ditjen Hubud dan Direction Générale de l'Aviation Civile (DGAC) Prancis, di Jakarta.

Pertemuan itu dihadiri perwakilan DGAC Prancis, Airbus (yang dipimpin oleh Yannick Malinge, Senior Vice President Airbus Aviation Safety), serta tim teknis dari kedua belah pihak.

Lukman menyampaikan terima kasih atas komitmen DGAC Prancis, Airbus, dan para tenaga ahli teknis yang selama ini mendukung kerja sama tersebut.

Menurutnya keberhasilan kerja sama teknis tersebut tidak diukur dari jumlah pertemuan, misi, lokakarya, atau pelatihan yang dilakukan, melainkan dari sejauh mana kegiatan itu mampu meningkatkan dan menjaga kapasitas pengawasan keselamatan penerbangan secara berkelanjutan.

Lukman menambahkan Indonesia saat ini bersiap menghadapi audit International Civil Aviation Organization Universal Safety Oversight Audit Pragramme (ICAO USOAP) yang diperkirakan berlangsung pada 2027.

Menurutnya, audit itu penting namun tanggung jawab menjaga safety oversight tidak berhenti begitu audit selesai.

Beberapa area yang sedang digarap dalam kerja sama itu, antara lain specific approvals dengan prioritas awal pada low visibility operations, SMS assessment, risk assessment, personnel licensing examination process, serta pengembangan state safety programme.

"Lewat kerja sama ini, kami berharap kedua otoritas penerbangan sipil bisa terus saling berbagi pengalaman dan keahlian, sehingga kapasitas safety oversight kita semakin kompeten, terstandardisasi, berbasis risiko, terkoordinasi, dan berkelanjutan," kata Lukman.

Lukman berharap pula pertemuan itu menghasilkan empat hal, pertama kesepahaman bersama soal sejauh mana kegiatan prioritas sudah berjalan; kedua identifikasi tantangan utama dan dukungan yang dibutuhkan; ketiga kesepakatan soal prioritas dan tenggat waktu ke depan.

Dan keempat memastikan seluruh kegiatan tetap mengarah pada satu tujuan yang sama, yaitu memperkuat safety oversight penerbangan sipil Indonesia secara berkelanjutan.

Senada dengan hal tersebut, Asia Pacific Cooperation Director, DGAC France, Thibaut Lallemand, menyampaikan apresiasi atas diskusi yang berjalan konstruktif dan komitmen yang terus terjaga dalam kerja sama ini.

Ia mengaku senang melihat kemajuan di sejumlah area prioritas, seperti specific approvals, SMS assessment, risk assessment, personnel licensing examination process, dan state safety programme.

"Kegiatan-kegiatan ini penting karena langsung berkontribusi pada penguatan kapasitas safety oversight Indonesia," ujar Thibaut Lallemand.

Dia mengingatkan audit ICAO USOAP 2027 hanyalah satu tonggak, sementara yang lebih penting adalah membangun sistem yang kompeten, terstandardisasi, berbasis risiko, terkoordinasi, dan berkelanjutan dalam jangka panjang.

Dia juga menegaskan pengetahuan dan pengalaman dari kerja sama perlu benar-benar tertanam, sehingga menjadi kapasitas kelembagaan di dalam organisasi.

Baca juga: Menko IPK: Keselamatan penerbangan jadi prioritas utama terkait erupsi

Baca juga: INACA tegaskan keselamatan penerbangan jadi prioritas utama

Pewarta: Muhammad Harianto
Editor: Budisantoso Budiman
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.