Kemendukbangga-USU perkuat riset kebijakan kependudukan berbasis bukti

Jakarta (ANTARA) - Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/BKKBN berkolaborasi dengan Universitas Sumatera Utara (USU) untuk memperkuat riset kebijakan kependudukan dan pembangunan keluarga berbasis bukti.

Dalam International Conference on Population and Family Development (ICoPoF) 2026 yang digelar di Kampus USU, Medan, Sekretaris Kemendukbangga/BKKBN Budi Setiyono menyampaikan pentingnya peran strategis dalam menyelaraskan pemikiran akademik dengan arah pembangunan nasional.

"Pemerintah saat ini sedang menyusun Desain Besar Pembangunan Kependudukan (DBPK) dan Peta Jalan Pembangunan Kependudukan (PJPK). Kedua dokumen tersebut akan menjadi fondasi tata kelola kependudukan modern menuju Indonesia Emas 2045," ujar Budi dalam keterangan resmi di Jakarta, Senin.

Sementara itu, Deputi Bidang Pengendalian Penduduk Kemendukbangga/BKKBN Bonivasius Prasetya Ichtiarto menekankan pentingnya penguatan kemitraan antara pemerintah dan perguruan tinggi dalam menghadapi dinamika kependudukan yang semakin kompleks.

"Kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, peneliti, dan seluruh pemangku kepentingan menjadi kunci dalam menghasilkan kebijakan yang didukung bukti ilmiah. Melalui konferensi ini, diharapkan lahir berbagai rekomendasi ilmiah yang dapat menjadi masukan strategis bagi pembangunan kependudukan dan pembangunan keluarga di Indonesia," ujarnya.

Sedangkan Rektor USU Muryanto Amin mengemukakan, tantangan pembangunan berkelanjutan di masa depan tidak dapat diselesaikan oleh satu institusi saja, tetapi membutuhkan kolaborasi lintas disiplin, lintas sektor, hingga lintas negara.

"Menghadapi transisi demografi yang semakin kompleks memerlukan kebijakan yang didasarkan pada bukti ilmiah yang kuat," kata Amin.

Dalam kesempatan yang sama, United Nations Population Fund (UNFPA) Indonesia Representative Hassan Mohtashami menyampaikan, pihaknya telah lama menjadi mitra strategis Indonesia dalam mendukung pembangunan kependudukan dan keluarga. Semangat kolaborasi yang diusung ICoPoF 2026 sejalan dengan komitmen UNFPA dalam memperkuat pembangunan berbasis bukti melalui riset, pengembangan kebijakan, serta investasi pada sumber daya manusia.

Melalui penyelenggaraan ICoPoF 2026, USU bersama Kemendukbangga/BKKBN berharap dapat memperkuat jejaring kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, organisasi internasional, serta para pemangku kepentingan dalam menghasilkan riset yang mendukung kebijakan kependudukan dan pembangunan keluarga berbasis bukti guna mendukung terwujudnya Indonesia Emas 2045.

Baca juga: Kemendukbangga prioritaskan layanan KB pada masyarakat desil 1-4

Baca juga: Kemendukbangga dorong daerah perluas akses pendidikan lewat PJPK

Baca juga: Kemendukbangga ungkap tren usia menikah semakin matang

Pewarta: Lintang Budiyanti Prameswari
Editor: Triono Subagyo
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.