◐

Kemendukbangga perkuat edukasi kontrasepsi pria untuk luruskan mitos

Kemendukbangga perkuat edukasi kontrasepsi pria untuk luruskan mitos

Kamis, 24 September 2026 13:22 WIB

Image Print

Tangkapan layar - Deputi Bidang Bina Keluarga Berencana dan Kesehatan Reproduksi Kemendukbangga/BKKBN Wahidin menyampaikan sambutan dalam Webinar Nasional KB Pria Seri Ketiga bertajuk "Berbagi Peran dengan Istri: Peran Suami dalam Kesehatan Reproduksi dan Perencanaan Keluarga Dalam Rangka Hari Kontrasepsi Sedunia 2026" seperti diikuti secara daring di Jakarta, Kamis (24/9/2026). ANTARA/Tri Meilani Ameliya

Jakarta (ANTARA) - Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/BKKBN mengupayakan penguatan edukasi mengenai kontrasepsi pria untuk meluruskan berbagai mitos dan kesalahpahaman yang masih berkembang di masyarakat.

Deputi Bidang Bina Keluarga Berencana dan Kesehatan Reproduksi Kemendukbangga/BKKBN Wahidin mengatakan salah satu upaya yang ditempuh pihaknya untuk mengedukasi masyarakat mengenai kontrasepsi pria adalah penyelenggaraan Webinar Nasional KB Pria.

"Dengan meningkatnya pemahaman masyarakat terhadap berbagai aspek KB pria, diharapkan penerimaan dan partisipasi laki-laki dalam program KB dapat terus meningkat secara berkelanjutan." kata Wahidin dalam Webinar Nasional KB Pria Seri Ketiga bertajuk "Berbagi Peran dengan Istri: Peran Suami dalam Kesehatan Reproduksi dan Perencanaan Keluarga Dalam Rangka Hari Kontrasepsi Sedunia 2026" seperti diikuti secara daring di Jakarta, Kamis.

Lebih lanjut, Wahidin mengatakan edukasi terkait kontrasepsi pria perlu memberikan informasi mengenai pilihan kontrasepsi dan inovasi terkini. Dengan demikian masyarakat dapat memperoleh pemahaman yang lebih tepat mengenai kesehatan reproduksi.

Baca juga: Dokter umum dapat pelatihan khusus untuk layani vasektomi

"Melalui pemahaman materi dari para nasumber, diharapkan berbagai mitos dan kesalahpahaman selama ini yang berkembang dapat diluruskan," kata Wahidin.

Salah satu mitos yang pernah diungkapkan Kemendukbangga terkait kontrasepsi pria adalah anggapan bahwa vasektomi sama halnya dengan kebiri. Kemendukbangga lalu menjelaskan vasektomi merupakan tindakan menutup saluran sperma, bukan memotong organ kelamin pria, dan testis tetap memproduksi hormon testosteron.

Berikutnya, Wahidin mengatakan penguatan literasi tidak hanya ditujukan kepada ayah dan suami sebagai pengambil keputusan dalam keluarga, tetapi juga kepada motivator KB pria, kelompok KB pria, tenaga lapangan, tenaga medis, tenaga kesehatan, serta pengelola program KB di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota.

Wahidin menilai pihak-pihak tersebut perlu menjadi agen informasi yang kredibel dalam mengedukasi masyarakat mengenai kesehatan reproduksi dan kontrasepsi pria.

Ia berharap peningkatan pemahaman masyarakat terhadap berbagai aspek KB pria dapat mendorong penerimaan dan partisipasi laki-laki dalam program KB secara berkelanjutan.

Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Kemendukbangga perkuat edukasi kontrasepsi pria untuk luruskan mitos

Pewarta : Tri Meilani Ameliya
Editor: Wening Caya Ing Tyas
COPYRIGHT © ANTARA 2026