◐

Kemenbud: FMTI 2026 jadi ruang perjumpaan pelaku musik tradisi

Kemenbud: FMTI 2026 jadi ruang perjumpaan pelaku musik tradisi

Sabtu, 24 Oktober 2026 22:37 WIB

Image Print

Penampil dalam Festival Musik Tradisi 2026, di Maumere, Sikka, NTT, Sabtu (24/10/2026). ANTARA/Sinta Ambar

Sikka, NTT (ANTARA) - Kementerian Kebudayaan (Kemenbud) mengatakan bahwa Festival Musik Tradisi Indonesia (FMTI) 2026 menjadi langkah pemerintah untuk menghadirkan ruang perjumpaan bagi pelaku musik tradisi dari berbagai daerah untuk berkembang, dikenal hingga menjadi sebuah pengetahuan.

“Melalui festival ini kami ingin mendorong musik tradisi tak hanya lestari sebagai warisan luhur, tapi juga terus berkembang, diapresiasi, diwariskan ke generasi muda, sehingga memperkuat ekosistem musik tradisi Indonesia,” ujar Menteri Kebudayaan Fadli Zon dalam sambutannya secara daring dalam FMTI 2026, di Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu.

Sekretaris Direktorat Jenderal Pengembangan, Pemanfaatan dan Pembinaan Kebudayaan Kemenbud Judi Wahjudin dalam sambutannya pada festival ini mengatakan bahwa FMTI ini merupakan bagian dari upaya Kementerian Kebudayaan dalam pemajuan kebudayaan melalui pemanfaatan hasil kelola dana abadi kebudayaan, Dana Indonesiaraya 2026.

“FMTI menjadi perjumpaan bagi para pelaku musik tradisi dari berbagai daerah untuk berbagi pengetahuan, memperluas jejaring dan memperkenalkan kekayaan ekspresi budaya Nusantara kepada masyarakat luas,” ujarnya.

Salah satu penampil dalam Festival Musik Tradisi 2026 di Maumere, Sikka, NTT, Sabtu (24/10/2026). ANTARA/Sinta Ambar

Gelaran FMTI di Sikka bertajuk “Gong Ha Lin Dopo, Waning Ha Hagong Nawang” atau memiliki makna bukan sekadar bunyi melainkan gaung spiritual, historis dan kultural masyarakat.

Acara ini tak hanya sebagai langkah pelestarian kebudayaan, namun juga menjadi rangkaian kegiatan untuk dukungan pascabencana masyarakat setempat.

Judi juga menyerukan agar masyarakat hingga komunitas dapat berkolaborasi merawat keberagaman dan memastikan musik tradisi dapat beresonansi dalam kehidupan masyarakat.

Dalam kesempatan yang sama, Bupati Sikka Bupati Sikka Juventus Prima Yoris Kago mengapresiasi langkah pemerintah pusat dalam menghadirkan rangkaian kegiatan FMTI yang tak hanya menghibur, namun juga menjadi langkah dukungan psikososial bagi masyarakat setempat pascabencana yang terjadi Agustus lalu.

Gelaran ini merupakan hasil kolaborasi Kemenbud dengan Komite Permainan Rakyat dan Olahraga Tradisional Indonesia (KPOTI) NTT serta Pemerintah Kabupaten Sikka.

Sejumlah penampil musik tradisi dari Sikka unjuk kemampuan meliputi penampilan dari grup musik Neotra yang meramaikan panggung dengan lagu tradisional dengan musik modern, penampil dari Sanggar Budaya Nilo Watu Buan, grup musik Leisplang, Sanggar Budaya Soledan, Sanggar Seni Uwun Kloda, Sanggar Budaya Begu Mbetu, Sanggar Budaya Doka Tawa Tana, grup musik orkestra Satu Sikka serta Alfred gare dan Berno Gagi.

Baca juga: Daftar Pemenang AMI 2025
Baca juga: Ubud Jazz Festival hadirkan musik, kerimbunan dan sungai

Pewarta : Sinta Ambarwati
Editor: Susylo Asmalyah
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.