◐

Kemenag Mataram dukung skema prasmanan makan bergizi gratis

Dengan sistem prasmanan, para siswa dan santri dapat mengambil porsi serta jenis lauk sesuai kebutuhan masing-masing sehingga tidak mubazir.

Mataram (ANTARA) - Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Mataram di Nusa Tenggara Barat mendukung penerapan skema prasmanan untuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG) baik di madrasah maupun di pondok pesantren (ponpes).

Terkait dengan itu pihaknya memberikan dukungan terhadap rencana perubahan skema pemberian MBG dengan sistem prasmanan yang saat ini sedang diuji coba Badan Gizi Nasional (BGN) pada sejumlah dapur di luar daerah.

Menurutnya, langkah itu bisa menjadi solusi efektif agar makanan tidak dibuang. Pasalnya, dari evaluasi pembagian MBG dengan pola saat ini ditemukan masih menimbulkan masalah mubazir.

Dari evaluasi, kata dia, ditemukan menu kotak atau porsi seragam yang diberikan saat ini sering kali tidak habis dimakan oleh anak-anak. Menurutnya, ketidakcocokan selera membuat sebagian makanan terbuang sia-sia.

Guna menekan potensi buang-buang makanan tersebut muncul wacana untuk menerapkan skema prasmanan yang dinilai bisa lebih efektif dan meminimalkan makanan yang mubazir.

"Kalau prasmanan kami dukung, supaya makanan tidak mubazir dan dibuang-buang sama anak-anak. Kalau prasmanan, siswa bisa ambil sesuai jenis lauk dan makanan yang diinginkan," katanya,

Kendati demikian Hamdun belum bisa memberikan penilaian menyeluruh terkait efektivitas skema prasmanan, karena pola tersebut belum sepenuhnya diterapkan di lapangan.

"Kami belum berani beri komentar banyak karena belum melihat langsung real-nya di lapangan seperti apa kondisinya. Tapi secara prinsip, kalau skema prasmanan kami dukung," katanya.

Terkait sebaran MBG, Hamdun memastikan seluruh madrasah mulai dari tingkat Raudhatul Athfal (RA) hingga Madrasah Aliyah (MA) baik di madrasah maupun pondok pesantren di Kota Mataram telah mendapatkan program tersebut.

Pewarta : Nirkomala
Editor: Sugiharto Purnama
COPYRIGHT © ANTARA 2026