Kemarau Panjang Bikin Harga Beras di Daerah Ini Meroket Jadi Rp 900 Ribu per Karung

Minggu, 26 Juli 2026 - 11:06 WIB

Jakarta, VIVA – Panjangnya musim kemarau sejak Maret 2026 memicu gagal panen di sejumlah daerah sentra produksi beras. Hal tersebut sangat berda sehingga berdampak pada kenaikan harga beras di Pasar Sentral Kota Gorontalo, Provinsi Gorontalo.

Baca Juga

Pedagang beras di Pasar Sentral Kota Gorontalo, Hasna, Jumat, mengatakan harga beras mengalami kenaikan cukup signifikan dalam beberapa bulan terakhir. Melonjaknya harga akibat berkurangnya pasokan dari daerah penghasil yang terdampak kemarau.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Sejak Maret sudah mulai kemarau panjang sehingga banyak yang gagal panen. Itu yang membuat harga beras melambung," ujar Hasna dikutip dari keterangannya, Minggu, 26 Juli 2026.

Baca Juga

Dia menjelaskan, harga beras yang sebelumnya sekitar Rp650 ribu per karung berisi 50 kilogram kini naik menjadi Rp800 ribu hingga Rp900 ribu per karung, bergantung pada jenis dan kualitas beras yang dijual. Kenaikan harga mulai dirasakan secara bertahap seiring semakin terbatasnya hasil panen dari daerah pemasok.

Kondisi tersebut membuat pedagang kesulitan memperoleh stok dalam jumlah yang cukup untuk memenuhi permintaan masyarakat.Pedagang beras lainnya, Anton, mengatakan sebagian besar pasokan beras yang diperdagangkan berasal dari wilayah Tolai, Provinsi Sulawesi Tengah. Namun, ketika produksi di daerah tersebut menurun akibat gagal panen, pedagang harus mencari pasokan dari daerah lain agar kebutuhan pasar tetap terpenuhi.

Baca Juga

"Kalau di daerah itu kurang, kami ambil dari luar, apalagi saat musim gagal panen seperti sekarang," kata Anton.

Ia mengatakan upaya mencari pasokan dari daerah lain membuat biaya distribusi dan pengadaan barang menjadi lebih besar. Kondisi tersebut turut memengaruhi harga jual beras di tingkat pedagang.

Anton menambahkan, permintaan masyarakat terhadap beras relatif stabil meskipun harga mengalami kenaikan. Beras tetap menjadi kebutuhan pokok sehingga konsumen tidak memiliki banyak pilihan selain tetap membeli sesuai kebutuhan sehari-hari.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Salah seorang pembeli, Aldi Hapili, mengaku kenaikan harga beras mulai membebani pengeluaran hariannya sebagai anak kos.Ia mengatakan harus mengatur ulang anggaran belanja agar kebutuhan pangan tetap dapat terpenuhi.

"Kami tetap beli karena memang kebutuhan pokok, tetapi sekarang harus lebih hemat mengatur pengeluaran," kata Aldi. (Ant)

Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa

Purbaya Jamin Harga BBM Subsidi Tak Naik Meski Harga Minyak Dunia Melonjak

Menkeu Purbaya memastikan, pemerintah akan tetap menjaga harga BBM subsidi tetap berada di level saat ini, meskipun harga minyak mentah dunia kembali mengalami kenaikan.

VIVA.co.id

26 Juli 2026