Keluarga Sutrimo yang Diduga Karumga Febrie Adriansyah Akhirnya Lapor Polisi, Minta Penyebab Kematian Diungkap

Minggu, 9 Agustus 2026 - 12:30 WIB

Banyumas, VIVA – Keluarga Sutrimo, warga Desa Wlahar, Kecamatan Wangon, Kabupaten Banyumas, akhirnya membawa persoalan kematian Sutrimo ke ranah hukum.

Baca Juga

Mereka meminta kepolisian mengungkap secara terang penyebab meninggalnya Sutrimo. Laporan tersebut telah diterima Polresta Banyumas dan tercatat dalam Surat Tanda Terima Laporan Polisi (STTLP) Nomor: STTLP/79/VIII/2026/SPKT/POLRESTA BANYUMAS/POLDA JAWA TENGAH.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kuasa hukum keluarga Sutrimo, Aan Rohaeni, mengatakan laporan dibuat bukan karena keluarga sudah menuduh atau mencurigai pihak tertentu. Langkah tersebut ditempuh untuk memperoleh kepastian mengenai kematian Sutrimo.

Baca Juga

“Prinsipnya keluarga cuma minta kepastian hukum terkait meninggalnya saudara Sutrimo. Wajar atau tidak, cuma itu saja,” kata Aan, dikutip Minggu, 9 Agustus 2026.

Aan menjelaskan, keluarga pada awalnya telah menerima kepergian Sutrimo. Saat jenazah tiba di rumah, keluarga juga mengaku tidak melihat adanya kondisi yang dianggap mencurigakan.

Baca Juga

Namun, munculnya berbagai informasi yang simpang siur mengenai kematian Sutrimo membuat keluarga akhirnya memilih meminta kepastian melalui proses hukum.

“Karena berita simpang siur ke sana-ke sini, mengganggu lingkungan sekitar, buat keluarga juga lingkungan masyarakat di Desa Wlahar. Jadi keluarga ingin kepastian,” ujarnya.

Keluarga pun tidak menunjuk orang tertentu sebagai terlapor. Mereka menyerahkan sepenuhnya kepada penyidik untuk menelusuri apakah terdapat kejanggalan atau tidak dalam kematian Sutrimo.

“Keluarga tidak punya siapa terlapornya dan lain-lain, semuanya diserahkan kepada penyidik,” kata Aan.

Menurut Aan, keputusan membuat laporan tersebut diambil setelah keluarga berdiskusi selama dua hari. Bagi keluarga, proses kepolisian diharapkan dapat menghentikan berbagai spekulasi yang berkembang di masyarakat.

Keluarga juga meminta masyarakat maupun media tidak terburu-buru menyimpulkan penyebab kematian Sutrimo sebelum penyelidikan kepolisian selesai.

Aan mengatakan kondisi ibu Sutrimo masih terpukul atas berbagai informasi yang beredar. Keluarga berharap penyelidikan justru dapat memberikan jawaban yang menenangkan.

“Kita berdoa, semoga sebenarnya kematiannya wajar,” ujarnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sementara itu, salah seorang anggota keluarga bernama Abi memastikan pihak keluarga akan bersikap kooperatif apabila penyidik membutuhkan pemeriksaan tambahan terhadap jenazah Sutrimo.

Termasuk jika nantinya penyidik menilai ekshumasi maupun autopsi diperlukan untuk mengungkap penyebab kematian.

Halaman Selanjutnya

Anggota keluarga lainnya, Tukim, yang merupakan kakak tiri Sutrimo, mengatakan keluarga sempat melihat kondisi jenazah ketika tiba di rumah. Saat itu, mereka mengaku tidak menemukan sesuatu yang dianggap mencurigakan.